Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Empat Desa di Empat Kecamatan Diterjang Longsor dan Banjir

Rabu, 07 Nov 2018 15:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Empat Desa di Empat Kecamatan Diterjang Longsor dan Banjir

Memasuki musim penghujan tahun ini, masyarakat Kota Keripik Tempe khususnya daerah yang berpotensi bencana, wajib berhati-hati. Pasalnya, hujan yang mengguyur kemarin (6/11) membawa dampak tanah longsor dan banjir. Kendati relatif kecil, tidak menutup kemungkinan bencana yang lainnya juga terjadi.

Dari informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, sedikitnya ada empat desa di kecamatan berbeda terjadi tanah longsor dan banjir. Namun, itu tidak terlalu berisiko karena mudah ditangani.

"Longsor kapasitasnya masih kecil. Sedangkan untuk banjir hanya banjir luapan saja. Tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang besar," ungkap salah satu anggota Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Hadi Purwanto.

Dia melanjutkan, tanah longsor terjadi di empat titik di tiga desa, tiga kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, yang mengakibatkan kerusakan ringan pada dapur milik Sori warga setempat; Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak di dua titik, mengakibatkan bahu jalan jalur utama Trenggalek-Munjungan di Dusun Suwaru longsor dan tiga rumah warga di titik lainnya rusak ringan. Serta longsor di Desa Ngerdani, Kecamatan Dongko, yang menimpa pagar dapur belakang rumah milik Jiyem.

"Semua itu bisa kami tangani melalui koordinasi dengan babinsa, polisi, dan instansi lainnya untuk kerja bakti," ujarnya.

Sedangkan banjir terjadi di dua desa, yaitu Desa Masaran, Kecamatan Munjungan dan Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul. Itu terjadi karena luapan air sungai yang mengalir di wilayah kedua desa tersebut. Sungai dua desa tersebut dipenuhi sampah ketika musim kemarau.

"Terjadi banjir luapan sehingga tidak terlalu dalam dan berlangsung tidak lama," imbuhnya.

Senada diungkapkan Kasi Humas Polsek Panggul Bripka Setyono. Dia menambahkan, akibat hujan yang mengguyur, ruas jalan nasional yang menghubungkan Trenggalek-Pacitan terendam sekitar 30 sentimeter. Ini terjadi karena sungai setempat tidak mampu menampung air sehingga meluap ke jalan raya. Untuk itu, ketika terjadi banjir, arus lalu lintas dilewatkan ke jalur alternatif ke wilayah Desa Gayam.

"Banjir terjadi hanya di pusat Kecamatan Panggul saja dan hanya berlangsung sebentar," jelasnya.(jaz/tri/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia