Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung Terima Penghargaan Program Laskar

Kamis, 08 Nov 2018 08:49 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MEMBANGGAKAN: Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menerima penghargaan IPS Forum 2018 dari Wapres Jusuf Kalla di gedung JCC, kemarin (7/11). Penghargaan ini atas inovasi Laskar dari RSUD dr Iskak.

MEMBANGGAKAN: Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menerima penghargaan IPS Forum 2018 dari Wapres Jusuf Kalla di gedung JCC, kemarin (7/11). Penghargaan ini atas inovasi Laskar dari RSUD dr Iskak. (WS HENDRO FOR RATU)

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung kembali meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Program Layanan Syndroma Koronaria Akut Terintegrasi (LASKAR) RSUD dr Iskak mendapat penghargaan dalam agenda International Public Service (IPS) Forum 2018.

Artinya, inovasi yang dijalankan tersebut bisa mengurangi dampak dari penyakit jantung koroner yang bisa merenggut nyawa penderitanya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla kepada Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo di hadapan perwakilan pemerintah daerah (pemda) se-Indonesia.

Raut muka penuh kegembiraan pun jelas tergambar di wajahnya. “Kami sangat bangga atas penghargaan yang telah dicapai ini,” katanya kepada Koran ini Rabu (7/11).

Menurut dia, keberadaan program LASKAR memang menjadi hal yang bisa dibanggakan. Karena program itu bisa menjadi solusi untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung koroner.

Setiap lapisan masyarakat bisa mengikuti program yang digariskan dalam Laskar. “Program ini sangat membantu menekan angka kematian,” jelasnya.

Dengan penghargaan, tentu semakin menegaskan reputasi RSUD dr Iskak sebagai rumah sakit rujukan di Jawa Timur bagian selatan. Namun, ini juga memiliki konsekuensi pemkab untuk terus mendukung operasional rumah sakit yang berada di Kecamatan Kedungwaru itu. Baik berupa pengucuran anggaran maupun kebijakan lainnya.

“Kami pun akan terus men-support RSUD dr Iskak. Agar rumah sakit tersebut semakin berperan dalam bidang pengobatan dan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tulungagung Sudarmaji mengatakan, penghargaan tersebut merupakan inisiatif dari Kementerian PANRB yang menyelenggarakan The International Public Service (IPS) Forum 2018.

Hal itu sebagai wadah interaksi antara penyedia dan pengguna pelayanan publik untuk dapat mendengarkan aspirasi dari stakeholder dan penyelenggara.

Serta menginspirasi dunia akan inovasi terbaik pelayanan publik yang ada di Indonesia. “Hal itu bisa menjadi wahana pembelajaran interaktif antarnegara dan intranegara dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan inovasi pelayanan publik,” terangnya.

Menurut dia, birokrasi pemerintah dan pelayanan publik ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Ketidakseriusan dan ketidakmampuan pemerintah dalam memberikanan pelayanan publik akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Meskipun UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang telah lama diundangkan masih saja terdapat pandangan di tengah masyarakat bahwa kualitas pelayanan publik yang diberikan pemerintah kurang memuaskan, sarat dengan kepentingan, dan pelaksanaan standar pelayanan publik yang masih rendah. Itu tidak lepas dari tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin tinggi.

Darmaji, sapaan akrabnya, melanjutkan di era demokrasi, pemerintahan di seluruh dunia sudah menjadi semakin transparan. Masyarakat sangat dahaga dengan kualitas pelayanan oleh negara.

Masyarakat juga semakin peduli dan melihat bagaimana berjalannya pemerintahan. “Hasrat terdalam di benak rakyat sesungguhnya adalah pemerintah bekerja dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, serta hadir dan melayani mereka,” ujarnya.

(rt/did/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia