Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Trenggalek Raih Top 40 Nasional Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018

Kamis, 08 Nov 2018 08:55 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SELAMAT : Wabup Arifin saat menerima tropi penghargaan dari Wapres Jusuf Kalla.

SELAMAT : Wabup Arifin saat menerima tropi penghargaan dari Wapres Jusuf Kalla. (WS HENDRO FOR RATU)

TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek akhirnya terpilih sebagai Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

Penghargaan diterima Wakil Bupati (Wabup) H. Moch Nur Arifin dalam ajang International Public Service (IPS) Forum 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Rabu (8/11).

Inovasi yang mendapatkan pengakuan secara nasional ini adalah Gelas Mempesona Hati (Gerakan Lansia Sehat Mewujudkan Masyarakat Peduli Persoalan Kesehatan di Hari Tua Nanti). Inovasi ini dijalankan di Puskesmas Trenggalek untuk meningkatkan kualitas kesehatan para lansia.

Ada enam kegiatan dalam inovasi ini yang tidak terlepas dari fungsi puskesmas itu sendiri. Pertama, Gelas Emas, yaitu gerakan lansia energik, mandiri, aktif, semangat.

Kedua, Gelas Perak, yaitu perluas akses layanan kesehatan, mendekatkan akses layanan kesehatan dengan pembentukan Posyandu Lansia. Ketiga, Gelas Perunggu, persingkat waktu tunggu. 

INOVATIF : Wabup Arifin bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan KB dr. Sugito Teguh (batik hitam) dan Kepala Puskesmas Trenggalek drg. Andiek Muarifin (batik abu-abu) dan para pej

INOVATIF : Wabup Arifin bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan KB dr. Sugito Teguh (batik hitam) dan Kepala Puskesmas Trenggalek drg. Andiek Muarifin (batik abu-abu) dan para pej (WS HENDRO FOR RATU)

Keempat, Gelas Besi, beri layanan gizi, konsultasi pengetahunan tentang gizi, pengaturan makanan pada lansia khususnya yang terkait dengan penyakit degeneratif. Kelima, Gelas Granit, gigi rapi bersih kini hingga nanti.

Keenam, Gigi Timah, “tindak” ke rumah, melakukan kunjungan ke rumah lansia yg termasuk kategori rawan.

Sebelum sampai di top 40, terlebih dahulu inovasi ini bertengger di 99 besar bersaing dengan 2.824 proposal yang dikirimkan se-Indonesia. Presentasi proposal pada Juli 2018 lalu dan penyaringan 99 besar berlangsung pada September 2018 lalu.

Sedangkan pada penerimaan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 kemarin, hadir Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla; Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo; Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly; Menteri PUPR Basuki Hadimuljono; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi; Wamenlu Abdurrahman Mohammad Fachir; sejumlah gubernur, bupati, wali kota; serta pejabat lain beberapa menteri yang lain.

Top 40 kemarin, di antaranya tiga penghargaan untuk kementerian, dua instansi dari Polri, enam untuk pemerintah provinsi, 13 pemerintah kabupaten, dan tujuh pemerintah kota.

Pada pembukaan IPS, Wapres Jusuf Kalla mendorong entrepreneurship bureaucracy yang kemunculannya kini bisa menghasilkan pelayanan publik yang cepat.

"Itulah pentingnya inovasi. Salah satu contohnya, sekarang muncul Mal Pelayanan Publik untuk menyinergikan berbagai layanan yang ada sehingga lebih cepat dan baik. Upaya-upaya perbaikan pelayanan tersebut dapat menjadi contoh dalam mewujudkan birokrasi yang efisien," ujar wapres. 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakan, melalui IPS Forum tahun 2018 ini, dengan tema Expanding and Improving Service Delivery through Collaborative Action, sebagai inspirasi dan pembelajaran bersama bahwa membangun negara membutuhkan sinergi harmonis antara masyarakat, swasta, dan pemerintah-partisipasi publik menjadi “senyawa utama” bagi kualitas pelayanan publik.

Menteri berharap, momen ini menjadi wahana interaktif terkait reformasi birokrasi dan inovasi pelayanan publik. Serta dapat meningkatkan kerja sama antarnegara dalam percepatan reformasi birokrasi, peningkatan kapasitas SDM di bidang pelayanan publik, serta menguatkan kepedulian dan partisipasi publik untuk meningkatkan mutu pelayanan publik di berbagai sektor.

“Sebagai inkubator, kami memberikan award untuk top 40 kompetisi inovasi pelayanan publik 2018 sebagai role model bagi pihak lainnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ucap Syafruddin. (*) 

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia