Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Puluhan Ritel Dapat Sanksi

Kamis, 08 Nov 2018 12:20 | editor : Anggi Septian Andika Putra

WASPADA: Salah satu konsumen ketika hendak membeli makanan ringan di salah satu swalayan.

WASPADA: Salah satu konsumen ketika hendak membeli makanan ringan di salah satu swalayan. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Masyarakat di Kota Marmer perlu waspada dalam membeli sejumlah produk pangan. Terutama produk pangan yang dijual di sejumlah ritel. Baik modern maupun tradisional. Pasalnya, masih ditemukan ritel yang belum memenuhi syarat.

Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Masduki menjelaskan, ada beberapa prosedur dalam penyimpanan produk pangan yang harus ditaati pemilik toko. Terutama untuk produk seperti frozen food atau makanan beku dan produk pangan dalam kemasan lainnya.

Berdasar data dari Dinkes Tulungagung sepanjang tahun 2018 hingga Oktober, sebanyak tiga ritel menerima sanksi tertulis dan puluhan ritel lainnya mendapat sanksi berupa teguran. Itu karena masih ditemukan ketidaksesuaian dalam perlakuan pada beberapa produk pangan.

“Kemarin ada tiga ritel yang kami beri sanksi tertulis. Puluhan lainnya sanksi teguran,” ujarnya.

Dia mengaku, beberapa pelanggaran yang dimaksud adalah masih ditemukan sejumlah produk pangan yang habis masa izin edar.

Selain itu, juga ditemukan penyimpanan produk yang tidak sesuai dengan ketentuan dan izin edar fiktif pada sejumlah produk pangan.

Meski jumlah kasus mengalami penurunan, tetap harus waspada.

“Jika tahun lalu banyak ditemukan produk makanan yang sudah kedaluwarsa tapi masih dijual. Kalau sekarang rata-rata pada masa izin edar yang sudah habis,” terangnya.

Selain melanggar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Perlakuan dan penyimpanan yang tidak sesuai dengan prosedur tentu akan berdampak bagi konsumen. Terutama dampak kesehatan konsumen. Seperti menyebabkan mual, sakit perut, diare, dan pusing.

“Tentu ini ada sanksi hukumnya. Karena juga dapat berdampak bagi kesehatan masyarakat jika dikonsumsi,” jelas pria ramah ini.

Lanjut dia, produk seperti frozen food untuk penyimpanan kurang dari satu minggu sebaiknya disimpan dalam suhu -5 derajat Celsius. Sedangkan jika lebih dari seminggu, disimpan dalam suhu -18 derajat Celsus. Ini untuk menjaga kualitas dan kandungan gizi dari produk. Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri sebelum melakukan pembelian. Seperti melihat tanggal kedaluwarsa sebelum membel dan melihat kemasan produk, masih bagus atau rusak. Ini sebagai upaya pencegahan.

“Sebelum melakukan pembelian sebaiknya periksa produk terlebih dahulu. Terutama masa kedaluwarsa dan kemasan produk,” pungkasnya.

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia