Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Harga Jagung di Pasaran Melonjak

Kamis, 08 Nov 2018 13:10 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MASIH TERSENYUM: Suyono sedang memanen jagung di lahan persawahan miliknya kemarin (7/11).

MASIH TERSENYUM: Suyono sedang memanen jagung di lahan persawahan miliknya kemarin (7/11). (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Musim kemarau yang baru berlalu justru memicu senyum petani jagung. Pasalnya, harga jagung di pasaran bisa mencapai Rp 4.800 per kilogram (kg) di pasaran. Padahal biasanya harganya hanya Rp 4.200 per kg.

Suyono, salah satu petani di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol mengatakan, dalam hal kualitas, jagung yang ditanamnya memang terhitung lumayan. Apalagi pada musim kemarau lalu cuaca cukup mendukung dan berpengaruh positif pada tanamannya.

“Hasilnya terhitung lumayan di pengujung kemarau lalu,” katanya saat ditemui di lahan sawahnya di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Rabu (7/11).

Menurut dia, hasil yang didapat dari tanamannya memang terhitung lumayan. Mengingat lahan persawahan di sekitarnya tidak ditanami jagung semuanya. Namun dirinya memang lebih memilih untuk menanam salah satu sumber makanan pokok ini. Karena momen seperti ini tentu sangat jarang ditemui.

“Saya pribadi memang memilih jagung untuk ditanam di sawah. Mumpung harganya cukup bagus, jadinya lebih baik ditanami ini,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Ahmad, petani lain. Menurut dia, di musim kemarau yang baru berlalu itu, memang masih ada petani yang memilih menanami lahan persawahan dengan tanaman padi. Khususnya di wilayah yang selama ini memang memiliki pengairan memadai.

“Ada yang lebih memilih menanami padi dibanding tanaman khas kemarau. Sebab, di sekitar lahan pertanian itu ada irigasi yang cukup bisa diandalkan,” tuturnya.

(rt/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia