Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Longsor Lagi, Timbun Tiga Rumah

Kamis, 08 Nov 2018 12:45 | editor : Anggi Septian Andika Putra

BISA DILALUI: Masyarakat, polisi, bersama pihak terkait bekerja bakti membersihkan material longsor di Desa Ngadimulyo.

BISA DILALUI: Masyarakat, polisi, bersama pihak terkait bekerja bakti membersihkan material longsor di Desa Ngadimulyo. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Bencana alam tanah longsor kembali terjadi di wilayah Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak. Jika sebelumnya mengakibatkan tergerusnya bahu jalan dan menutup jalur alternatif Kecamatan Kampak-Dongko, kali ini material longsor menimpa rumah milik tiga warga setempat. Untuk itu, Rabu (7/11) masyarakat, polisi, bersama pihak terkait bergotong royong untuk membersihkan material longsor.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, peristiwa tersebut bermula dari hujan lebat yang mengguyur lokasi mulai sekitar pukul 22.00. Akibat hujan tersebut, sekitar pukul 04.00 longsor menimpa tiga rumah warga.

“Untung saja tidak ada korban jiwa akibat longsor tebing setinggi 15 meter dan lebar juga 15 meter tersebut,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Djoko Rusianto.

Dia melanjutkan, bersamaan itu, tim reaksi cepat (TRC) bersama babinsa dan pihak terkait langsung datang ke lokasi. Dari situ diketahui tiga rumah yang terkena material longsor adalah rumah milik Paimin, 50; Tukimin, 60; dan Busiran, 55, yang merupakan warga setempat. Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan apakah ada kerusakan akibat longsor tersebut.

“Untuk sementara tidak ada kerusakan yang berarti. Sebab material longsor menumpang di tembok belakang rumah tersebut dan kami lakukan kerja bakti untuk penanganannya,” ujarnya.

Untuk itu, diharapkan masyarakat Trenggalek khususnya yang memiliki rumah di sekitar tebing dan berpotensi longsor agar selalu waspada. Ini dilakukan mengingat hujan masih terus terjadi hingga bisa berpotensi mengakibatkan terjadinya longsor atau banjir.

“Kami berharap agar masyarakat senantiasa waspada. Sebab, bencana masih bisa terjadi apalagi ada hujan lebat selama dua jam atau lebih,” jelasnya.

Di lain pihak, salah satu warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Suroso mengatakan, selain menimpa tiga rumah warga setempat, di tempat lain material longsor berupa lumpur bercampur batu juga menutup jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Kampak dengan Kecamatan Dongko. Tepatnya di Dusun Kembang, Desa Ngadimulyo. Untuk itu, kemarin dilakukan kerja bakti guna pembersihan material longsor tersebut.

“Setelah dilakukan kerja bakti, jalan bisa dilalui. Semoga saja tidak ada longsor susulan,” tuturnya.

Senada diungkapkan Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra. Dia menambahkan, setelah ada laporan terkait bencana tersebut, polisi langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan kerja bakti pembersihan material longsor. Sedikitnya ada empat titik di Desa Ngadimulyo yang dilakukan kerja bakti untuk pembersihan material longsor. Kebanyakan lokasi yang dibersihkan menutup akses jalan, baik jalan desa maupun jalur utama antarkecamatan.

“Jalur utama Trenggalek-Munjungan di desa ini (Ngadimulyo, Red) juga terjadi longsor. Seperti tahun lalu tapi itensitasnya kecil. Makanya bisa kami tangani dengan kerja bakti. Kasihan jika warga harus berjalan berputar atau terisolasi akibat material longsor itu,” imbuhnya.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia