Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Soal Napi Tewas, Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan di Tubuh Rio

Jumat, 09 Nov 2018 08:18 | editor : Anggi Septian Andika Putra

ilustrasi

ilustrasi (radartulungagung)

BLITAR KOTA - Polisi masih terus menyelidiki kasus tewasnya napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Blitar M. Rio Suhendra. Polisi kini sedang menunggu hasil resmi otopsi terhadap tubuh napi kasus penculikan dan pencabulan anak di bawah umur itu. 

Hasil pemeriksaan awal menyebutkan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan setelah dilakukan visum luar. "Memang hasil pemeriksaan secara fisik, kami tidak menemukan itu (luka bekas penganiayaan atau kekerasan)," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, Jumat (9/11). 

Meskipun begitu, keluarga tidak lantas terima dengan hasil tersebut. Pihak keluarga meminta untuk dilakukan otopsi. Sebab, keluarga menganggap ada kejanggalan pada kematian pemuda 22 tahun tersebut. "Untuk penyebab kematian Rio kami menunggu dari hasil forensik dulu," ujar perwira berpangkat tiga balok di pundak ini. 

Sebelum tewas, Rio mencoba kabur dari Lapas yang berada di Jalan Merapi atau tepatnya di timur Alun-Alun Kota Blitar. Aksi kabur itu terjadi pada Sabtu (3/11) lalu. Napi warga Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat kabur dengan cara melompat dari genteng tahanan Blok D1 menuju ke dinding pembatas sisi timur lapas. 

Aksinya itu diawali dengan memanjat pagar besi tahanan. Rio naik melalui pagar sampai genteng tahanan. Setelah itu, Rio berusaha lari di atas genteng karena telah kepergok petugas jaga lapas. Rio lantas melompat menuju dinding pembatas lapas yang tingginya sekitar 5 meter. "Tapi usahanya gagal dan terjatuh. Sebab, jarak antara genteng dengan dinding pembatas sekitar 5 meter," terang Heri.

(rt/kan/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia