Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

DKP Tulungagung Sabet Tiga Prestasi di HPS 2018 Surabaya

Jumat, 09 Nov 2018 10:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

PRESTASI: Kepala SDN 1 Kampungdalem Muhadi dan Kepala DKP Sigit Setiawan menerima piala juara I lomba kantin sehat

PRESTASI: Kepala SDN 1 Kampungdalem Muhadi dan Kepala DKP Sigit Setiawan menerima piala juara I lomba kantin sehat

TULUNGAGUNG – Prestasi demi prestasi membanggakan diraih Kota Marmer. Kali ini melalui pembinaan dinas ketahanan pangan (DKP). Ada tiga prestasi yang disabet dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Surabaya, Selasa (5/11) lalu.

Yakni juara II bidang peternakan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki; juara III festival jajanan kantin sekolah berbasis pangan lokal; dan juara I lomba kantin sekolah sehat untuk SDN 1 Kampungdalem.

Kepala DKP Sigit Setyawan melalui Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Ida Putu Lukitowati mengatakan, pihaknya bangga atas prestasi ini. Mengingat hasil pembinaan yang dilakukan kini sudah membuahkan hasil. Jadi harus terus dipertahankan selama mungkin.

“Kali ini kami bisa bersaing dan mengalahkan perwakilan dari 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur,” kata Ida saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Menurut Ida, program yang dibawa pada acara di Surabaya itu yakni menghindari penggunaan beras dan tepung terigu yang dikreasikan dengan banyak hal.

Khususnya bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Aneka pangan yang dibawa ke Surabaya itu pun mendapat atensi dari para pengunjung yang penasaran dengan makanan tradisional itu. “Pada festival jajanan, kami membawa menu lokal di Tulungagung.

Seperti cenil dan lopis pada sesi kreasi dan teknologi. Sedangkan untuk di pojok kuliner, kami menyediakan sompil dan tiwul goreng khas Pucanglaban,” terangnya.

Wanita yang berdomisili di Desa Sobontoro, Kecamatan Bayolangu, ini mengingatkan masyarakat agar makanan yang disantap setiap hari harus berbasis beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA).

Sebab, ini sesuai dengan semboyan makan, sehat, dan pintar yang ditelurkan DKP. “Semoga ke depan kita bisa terus berprestasi dan memperluas pemahaman potensi pangan lokal,” tandasnya.

(rt/rak/rid/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia