Selasa, 19 Mar 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Pedagang Pasar Legi Grudug Kantor Disperdagin, Ada Apa ?

16 November 2018, 16: 02: 20 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Pedagang Pasar Legi Grudug Kantor Disperdagin.

Pedagang Pasar Legi Grudug Kantor Disperdagin.

BLITAR KOTA - Sejumlah pedagang Pasar Legi menggruduk Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar, Jumat pagi (17/11). Mereka meminta kejelasan soal relokasi dan kejelasan tindak lanjut pembentukan Forum Komunikasi, Revitalisasi dan Pemanfaatan Pasar Legi. 

Pedagang tiba sekitar pukul 09.00 langsung masuk ke kantor diaperdagin. Kedatangan mereka langsung diterima oleh Kepala Disperdagin Kota Blitar Ariyanto. Pertemuan selama kurang lebih satu jam itu belum menghasilkan solusi.

"Belum ada titik temu. Kami menilai masih mengambang," kata Ketua Forum Komunikasi, Revitalisasi dan Pemanfaatan Pasar Legi, Suhani usai pertemuan, Jumat (17/11). 

Dia mengatakan, pertemuan tersebut salah satunya membahas tentang relokasi yang batal dilakukan akhir tahun ini. Pedagang merasa dirugikan jika relokasi diganti pada awal 2019. "Kasihan pedagang lainnya. Pedagang jadi lebih lama lagi menunggu. Tidak ada pemasukan," ujarnya. 

Di samping itu, pedagang juga meminta kejelasan mengenai anggaran pembangunan Pasar Legi. Sebab, pedagang menilai anggaran yang diperuntukkan pembangunan belum jelas.

"Tapi yang jelas disperdagin telah menganggarkan Rp50 miliar. Tapi kami tidak tahu disetujui dewan apa tidak. Namun, menurut kami kebijakannya masih abu-abu. Belum jelas," kata Suhani. 

Dari hasil kedatangan itu, pedagang meminta untuk menggelar rapat kembali. Pedagang menginginkan hearing kembali bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, DPRD Kota Blitar, maupun Disperdagin.

"Kami minta bertemu lagi bersama. Antara forum pedagang, pemkot dan DPRD. Jika tiga komponen ini bertemu pasti ada kebijakan," ungkap pedagang pakaian. 

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Blitar Ariyanto mengatakan, pembatalan relokasi pedagang tersebut karena ada hal-hal yang harus dilaksanakan. Misalnya uji amdal Lalin.

Selain itu, juga anggaran relokasi belum disetujui oleh tim Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kota Blitar. "Saya tidak tahu alasannya apa. Tanya saja ke banggar. Kami hanya pelaksana anggaran. Jika anggaran turun kami siap laksanakan," katanya. 

Bagaimana dengan anggaran pembangunan, kata dia, disperdagin telah menganggarkan sebesar Rp50 miliar melalui APBD. Anggaran itu sudah masuk Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

"Kami belum tahu berapa yang disetujui. Nanti dewan (DPRD KOta Blitar) yang menetapkan," ujarnya. 

Seperti diketahui, relokasi pedagang Pasar Legi tidak jadi akhir tahun alias batal. Pemkot membatalkan karena masih menunggu uji Amdal Lalin (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Lalu Lintas). Sebab, sesuai rencana relokasi dilaksanakan sekitar Pasar Legi.

"Ya, uji Amdal Lalin ini masih dalam proses," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar Arianto.

(rt/kan/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia