Minggu, 16 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Cara Afifah Azka Meraih Prestasi Perseorangan hingga Beregu

28 November 2018, 10: 33: 44 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERUS MENGASAH DIRI: Afifah Azka saat ikut lomba drum band beberapa waktu lalu.

TERUS MENGASAH DIRI: Afifah Azka saat ikut lomba drum band beberapa waktu lalu. (DOK PRIBADI FOR RATU)

Meraih prestasi membanggakan tentu menjadi impian banyak orang. Meskipun, bukan hal mudah dan harus cermat dalam segala hal jika ingin meraih. Contohnya Afifah Azka, warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, ini bisa berprestasi hingga tingkat provinsi.

Cermat membagi waktu. Mungkin inilah yang melatarbelakangi berbagai prestasi yang disabet Afifah Azka. Bagaimana tidak, sejak masih duduk di bangku SD, dia sudah sering berprestasi di berbagai bidang. Tentunya ini memberi kebanggaan bagi orang tuanya.

Saat diwawancarai, siswa MTsN 1 Tulungagung ini mengaku dirinya suka berbagai kegiatan yang bisa mengasah kemampuan diri. Tak mustahil, berbagai kompetisi sebisa mungkin diikutinya. Dengan catatan, dia harus mengantongi izin dari sekolah. “Saya memang suka mengikuti berbagai kompetisi untuk mengasah kemampuan diri,” katanya kemarin (27/11).

Menurut gadis berusia 15 tahun ini, setiap kegiatan yang positif memang pantang untuk dilewatkan. Dia pun berusaha ikut, entah perseorangan maupun beregu. Sebab, semua sama-sama bermanfaat. “Sudah cukup banyak prestasi yang saya dapat. Baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” jelasnya.

Sekadar diketahui, untuk tingkat kabupaten, putri pasangan Nursidin dan April Dwi Minarni ini pernah menyabet juara I karya tulis ilmiah maupun drum band dalam rangka Hari Jadi Tulungagung. Sedangkan untuk tingkat Jawa Timur, baru-baru ini dia bersama Gita Pati, juara I tingkat Jawa Timur. Sebelumnya juga pernah juara I materi kesiapsiagaan bencana tingkat Jawa Timur.

Tak bisa dimungkiri, selama kompetisi ada saja pengalaman unik siswi kelahiran 2003 ini. Seperti ada yang menganggapnya keminter maupun mengkritik penampilannya. Namun semua dijadikan motivasi untuk meraih yang terbaik. “Saya cuek saja, harus konsentrasi selama perlombaan,” ungkapnya.

Azka -sapaan akrabnya- mengakui, meskipun miliki segudang kegiatan di luar, urusan akademik pantang dipinggirkan begitu saja. Sebisa mungkin setiap ada tugas dari guru, segera diselesaikan. Alhasil saat berlaga, dia bisa berkonsentrasi untuk meraih hasil sebaik mungkin. “Saya berusaha tampil lepas. Jadi tidak ada beban untuk menjadi juara. Kalaupun bisa menjadi yang terbaik, itu merupakan bonus dari jerih paya selama masa persiapan,” tandasnya.

(rt/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia