Jumat, 18 Jan 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Adi Suselo Raih Gelar Doktor, Pertama di Disdikpora Tulungagung

28 November 2018, 11: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

SEMANGAT: Dr Adi Suselo beserta keluarga foto bersama dengan penguji usai ujian terbuka kemarin (27/11).

SEMANGAT: Dr Adi Suselo beserta keluarga foto bersama dengan penguji usai ujian terbuka kemarin (27/11). (Whendy Gigih Perkasa/RATU)

TULUNGAGUNG - Selasa (27/11) kemarin merupakan hari bersejarah dan membahagiakan bagi Adi Suselo. Sebab, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung itu berhasil meraih gelar doktor dengan nilai sangat memuaskan di bidang pendidikan.

Itu setelah dosen STKIP PGRI ini mampu mempertahankan disertasinya, dengan judul Pengembangan Kurikulum dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi Multi Situs di Sekolah Dasar Islam Al Azhar dan Sekolah Dasar Islam Al-Munawwar Kabupaten Tulungagung), pada ujian terbuka promosi doktor di IAIN Tulungagung.

Selama ujian terbuka yang berlangsung mulai pukul 09.00 sampai 12.00, bapak dua putra dua ini mampu menjawab pertanyaan enam profesor penguji. Meski ujian terbuka selama tiga jam, suasana berlangsung serius tapi santai (sersan). Seluruh pertanyaan dari para profesor dijawab lancar oleh Adi Suselo. Bahkan sesekali diselipi jawaban dan pertanyaan bercanda. Ini bertujuan agar tidak tegang. Sebenarnya ada tujuh profesor penguji, tapi ada salah satu penguji tidak hadir. Enam penguji tersebut antara lain, Prof Dr H Akhyak, MAg; Prof Dr H Ali Mudlofir, MAg; Dr H Nur Efendi, MAg; Prof Dr H Achmad Patoni, MAg; Dr H Teguh MAg; dan Dr H Ngainun Nain, MHI.

Di sela ujian terbuka itu, Adi Suselo mengaku tidak pernah menyangka bisa berdiri di mimbar untuk ujian gelar doktor. Sebab, ini merupakan gelar sarjana tertinggi S3. "S4 sudah tidak ada lagi, seperti dikatakan Prof Dr H Achmad Patoni, MAg," kata Adi.

Usai ujian dan dinyatakan lulus, pria ramah itu mengatakan harus memajukan pendidikan secara totalitas. Apabila delapan standar dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 sudah terpenuhi, harus terus ditambah atau ditingkatkan (plus-plus). "Plus-plus gurunya, plus-plus kompetensinya, dan plus-plus sarana prasarananya," jelas peraih gelar doktor kali pertama di lingkup Disdikpora Tulungagung itu.

Dia juga mengungkapkan alasan memilih Sekolah Dasar Islam Al Azhar dan Sekolah Dasar Islam Al-Munawwar Kabupaten Tulungagung sebagai tempat penelitiannya. Yakni dua sekolah itu meski konteksnya sekolah swasta, rating untuk penerimaan siswa baru luar biasa banyaknya. Sedangkan sekolah negeri cenderung diabaikan.

Menurut Prof Dr Achmad Patoni, kini Adi Suselo sudah menjadi doktor. Jadi, tinggal mengamalkan atau mengimplentasikan gelarnya di bidang pendidikan. "Kualitas doktor by proses," katanya saat memberi pesan dan kesan usai menggelar ujian terbuka. (wen/ed/and)

(rt/whe/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia