Minggu, 16 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Features

Lulus Angela Sari, Guru MTsN Sabet Juara III Bulu Tangkis POP Nasional

Tidak Merasa Grogi, Lutut Mengalami Cedera

01 Desember 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

HEBAT: Lulus Angela Sari (kiri) bersama rekannya Royana, usai menerima trofi juara III POP Nasional 2018.

HEBAT: Lulus Angela Sari (kiri) bersama rekannya Royana, usai menerima trofi juara III POP Nasional 2018. (DOK PRIBADI)

 Ada kalanya rezeki memang tidak dinyana datang. Seperti yang dialami Lulus Angela Sari, guru MTsN 8 Tulungagung ini. Bersama Royana, rekannya, dia menyabet juara III bulu tangkis Pekan Olahraga Perempuan (POP) Nasional beberapa hari yang lalu.

DHARAKA R. PERDANA

Sebuah rumah di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, dari luar tampak sepi. Namun saat Koran ini mengucapkan salam dan dipersilakan masuk, ternyata ada beberapa orang yang sedang ngobrol di teras. Tak jarang, senyuman tersungging dari raut wajah mereka.

Tidak berselang lama, ada seorang wanita berjilbab yang muncul dari ruang tengah. Tak lain dia adalah Lulus Angela Sari, guru MTsN 8 Tulungagung yang baru-baru ini menyabet juara III bulu tangkis di POP Nasional. “Saya juara III ganda putri bersama rekan saya, Royana,” katanya memulai obrolan.

Menurut dia, hasil manis yang dicapainya tersebut sebenarnya tidak diperkirakan. Apalagi sebelum keberangkatan, di benaknya hanya muncul keinginan untuk sekadar refreshing dengan rekan-rekannya yang lain. Sebab, pelaksanaan kebetulan sebelum hari “kecepit” nasional pada 18 hingga 20 November lalu. Jadi prestasi yang dicapainya itu hanya dianggap bonus, tetapi diharapkan. “Niat awal memang hanya dolan. Karena untuk transportasi dan akomodasi sudah dicukupi oleh Fatayat NU,” jelasnya.

Selama pertandingan berlangsung, ibu empat putra ini mengaku tidak merasa grogi. Namun bukan berarti tanpa kendala. Sebelum keberangkatan, kedua lututnya mengalami cedera. Selama pertandingan harus diberi obat pereda nyeri sekaligus dibebat deker. Hingga akhirnya dia dan pasangannya bisa melaju hingga babak semifinal, meski akhirnya harus mengakui ketangguhan pasangan dari PDAM Kota Bogor.

Meskipun mendapat juara III, perempuan 38 tahun ini mengaku sangat bersyukur. Selama persiapan, khususnya latihan, tidak ada perubahan sama sekali. Dia mengaku hanya berlatih teratur sesuai yang dijadwalkan, sekaligus menjaga pola makan. Namun ada satu hal yang benar-benar dirasakan manfaatnya. “Saya jadi bisa bepergian gratis dan mendapatkan teman baru dari daerah lain,” tandasnya

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia