Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Rekonstruksi Pasar Pon Tetap Rp 35 M

01 Desember 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

BERTAHAN: Aktivitas pedagang Pasar Pon menjajakan dagangan di seputaran Jalan Dewi Sartika.

BERTAHAN: Aktivitas pedagang Pasar Pon menjajakan dagangan di seputaran Jalan Dewi Sartika. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Kendati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 disepakati naik dari tahun sebelumnya, Pasar Pon tetap dibangun sesuai dengan rencana pertama. Yakni dengan anggaran sekitar Rp 35 miliar.

Artinya, upaya pemerintah mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan Pasar Pon belum berhasil. “Anggarannya sesuai rencana pertama, 35 miliar,” ujar Ketua Komisi II Mugianto, kemarin (29/11).

Sebelumnya ada dua konsep pembangunan Pasar Pon. Model pertama dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 35 miliar. Kedua, dengan konsep yang lebih komprehensif, nilai kebutuhan anggaran sekitar Rp 100 miliar. Model kedua ini, terdapat sejumlah fasilitas layaknya pasar-pasar modern. Misal sarana eskalator dan penunjang mobilitas pasar lainnya.

Menurut Mugianto, tidak menutup kemungkinan dalam perjalanannya nanti ada tambahan anggaran dari pemerintah pusat untuk Pasar Pon. Hal itu tentunya akan menyesuaikan kondisi pembangunan yang menggunakan konsep pertama dengan nilai Rp 35 miliar ini. “Ya harapan kita semua pembangunan Pasar Pon nanti bisa sesuai dengan perencanaan dan membawa manfaat yang optimal untuk pedagang dan masyarakat,” terangnya.

Kondisi pedagang kini masih bertahan di seputaran ruas Jalan Dewi Sartika. Mereka menunggu sarana relokasi pedagang dari pemerintah rampung dikerjakan. Terakhir, paguyuban berinisiatif menjual tiang penyangga pasar yang tidak terbakar untuk membeli talang. Namun hasil penjualan itu masih kurang untuk melengkapi sarana penunjang tersebut. Paguyuban pun berencana mengumpulkan iuran untuk menambah kekurangan tersebut.

Hari, seorang pedagang mengaku belum ada kepastian berapa jumlah iuran yang dibutuhkan. Pihaknya terkesan tidak keberatan jika memang itu menjadi jalan satu-satunya pedagang bisa menempati sarana relokasi. “Belum ada kabar terbaru,” katanya kemarin (30/11).

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia