Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

8 Kecamatan Diterjang Banjir dan Longsor,Rendam 230 Rumah di Gandusari

01 Desember 2018, 10: 22: 46 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

8 Kecamatan Diterjang Banjir dan Longsor,Rendam 230 Rumah di Gandusari

TRENGGALEK - Hujan deras yang mengguyur Kota Keripik Tempe sejak Kamis (29/11) sekitar pukul 15.00 hingga pukul 04.00 Jumat (30/11) mengakibatkan Trenggalek diterjang banjir dan longsor.

Sedikitnya, ada beberapa desa di delapan kecamatan mengalami bencana akibat hujan deras yang turun lebih dari 12 jam tersebut. Bencana itu seperti pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, wilayah yang terdampak bencana seperti tanah longsor di Kecamatan Bendungan. Ini membuat tertutupnya jalur kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Bendungan dengan Pagerwojo, Tulungagung di kilometer dua. Selain itu, menghantam dua rumah di wilayah Desa Sumurup dan Botoputih.

Sementara itu, di Kecamatan Pogalan terjadi pohon tumbang di wilayah Desa Ngulankulon serta banjir di RT 03/RW 02 dan RT01/RW 01 Desa Ngadirenggo, dengan ketinggian 20 hingga 40 sentimeter. Pohon tumbang ini juga terjadi di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan.

Sedangkan di Kecamatan Trenggalek, pohon tumbang terjadi di area Jalan Brigjen Sutran. Selain itu, di Kelurahan Tamanan, Kelurahan Kelutan, dan Desa Ngares diterjang banjir luapan. Untuk Kecamatan Watulimo, diterjang tanah longsor yakni di Desa Gemaharjo, Ngembel, Watuagung, dan Dukuh.

Banjir yang melanda Kecamatan Gandusari banjir tepatnya di Desa Sukarejo dan Karanganyar yang merendam 230 rumah. Tanah longsor di Kecamatan Kampak menghantam enam rumah di Desa Timahan dan satu rumah di Desa Ngadimulyo. Terakhir, di Kecamatan Dongko terjadi tanah longsor di Desa Siki, menghantam satu rumah. “Memang hujan turun sangat deras semalam, (Kamis, 29/11, Red). Makanya kami terus memantau,” ungkap Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.

Dia melanjutkan, pemkab langsung menuju lokasi bencana, khususnya banjir untuk mengetahui kondisi terkini. Hal itu dilakukan untuk menentukan tindakan yang tepat, sekaligus penanggulangannya. Bahkan dari hasil pantauan ada tanggul yang jebol di wilayah Sungai Ngasinan.

Hingga airnya meluap dan mengakibatkan banjir di wilayah Kelurahan Kelutan. “Makanya kami meninjau lokasi guna untuk penanganan. Seperti di wilayah Desa Ngares yang terkena banjir, perlu adanya suplai air bersih dan bahkan penyemprotan air di jalan,” katanya.

Selain itu, di beberapa daerah yang terkena bencana terdapat masyarakat yang tidak bisa memasak. Jadi pemkab langsung memerintahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) membuka dapur umum guna memberi makanan bagi warga.

“Sementara ini, yang kami lakukan penanganan jangka pendek. Selanjutnya, akan dilakukan penanganan jangka menengah untuk mengatasi bencana ini. Seperti pembangunan parapet di Sungai Ngasinan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Djoko Rusianto. Menurut dia, BPBD selalu siaga 24 jam untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Jadi ketika ada informasi terjadinya bencana seperti pohon tumbang, tim reaksi cepat (TRC) langsung meluncur ke lokasi untuk penanganan.

Selain itu, juga terus koordinasi dengan berbagai pihak untuk tindakan kegawatdaruratan ketika terjadi bencana. “Bencana yang terjadi hari ini (kemarin, Red) tidak ada korban jiwa. Sedangkan untuk kerugian materialnya masih dalam pendataan kami,” imbuhnya.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia