Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Dipandu Pelawak, Duet Menhub-Mendikbud Beri Spirit Ribuan Mahasiswa

04 Desember 2018, 22: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

DIALOG RINGAN:  Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) Mendikbud Muhadjir Effendy berdialog dipandu Topan.

DIALOG RINGAN: Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) Mendikbud Muhadjir Effendy berdialog dipandu Topan. (UMM FOR RADAR TULUNGAGUNG)

MALANG- Menuju Indonesia Emas di tahun 2045, proses pembangunan sangat diutamakan. Tak hanya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), namun juga fasilitas penunjangnya. Melanjutkan estafet pembangunan dari menteri sebelumnya, selama dua tahun bekerja dalam Kabinet Kerja, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah menunjukkan banyak prestasi dalam pembangunan infrastruktur. 

Dalam gelaran Dialog Nasional “Indonesia Maju”, Budi Karya menyatakan kemajuan Indonesia ada di tangan generasi millenial. "Indonesia maju jika ada di tangan adik-adik sekalian," terangnya.

Dalam proses pembangunan, Menteri yang lahir di Palembang ini memuji bagaimana Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) melakukan pembangunan infrastruktur untuk kenyamanan proses belajar. "Waktu saya baru datang di kampus ini, saya sangat kagum melihat kemegahan gedung-gedungnya. Saya banyak mengajukan pertanyaan ke Pak Rektor tentang proses pembangunannya," ujarnya disambut riuh tepuk tangan 7000an mahasiswa UMM yang memadati Hall Dome UMM.

Menhub Budi dalam kesempatan itu juga sekaligus dinobatkan sebagai keluarga kehormatan Kampus Putih, UMM. Pada dialog yang dikemas ringan dengan guyonan khas pemain Ludruk ini, Budi Karya memaparkan pembangunan-pembangungan yang telah dilakukan Kementeriannya. Salah satunya adalah arah pembangunan yang sudah mulai mengarah ke Indonesia bagian Timur. "Jadi jangan khawatir sekarang kalau kunjungan ke Papua sudah bisa menikmati jalan yang bagus," paparnya. 

Hadir pula, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di tengah dialog. Dua menteri ini memaparkan bagaimana sinergitas antara 2 kementerian ini. Muhadjir menyampaikan,  2 kementerian ini tengah memiliki target 20.000 pembangunan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). "Program ini dijalankan bersama Kementerian Perhubungan," kata Muhadjir.

Rektor UMM, Fauzan, menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa baru UMM jangan sampai ketinggalan untuk memodifikasi diri. Menurutnya, pembangunan SDM sudah dibarengi dengan pembangunan fasilitas yang memadai untuk kemajuan setiap individu. "Anda semua saat ini harus menyiapkan diri, mendesain diri untuk menjadi orang-orang yang kompeten dan profesional," tandas Fauzan.

Di akhir agenda, Menteri Budi secara khusus menyerahkan bantuan berupa 1 buah Micro Bus. Demikian Kemdikbud yang juga baru-baru ini menyerahkan sebuah unit Mobil Bioskop ke UMM. Kedua unit kendaraan ini diperuntukkan bagi penunjang kegiatan akademik. Budi dan Muhadjir lantas menutup dengan harapan besarnya kepada mahasiswa UMM untuk selalu semangat memajukan Indonesia.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia