Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Penyebaran Surat KPK Palsu, Polisi Gagal Periksa Aktivis Antikorupsi

05 Desember 2018, 20: 45: 40 WIB | editor : Didin Cahya FS

Triyanto

Triyanto (RADAR TULUNGAGUNG)

BLITAR KABUPATEN - Penyidik Polres Blitar gagal memeriksa M. Triyanto, tersangka kasus dugaan tindak pidana menyiarkan berita bohong soal surat panggilan KPK terhadap beberapa pejabat di Kabupaten Blitar yang ternyata palsu. 

Aktivis anti korupsi itu mangkir alias tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai tersangka. Alasannya, Triyanto sedang berada di luar kota pada hari pemeriksaan tersebut. Sehingga yang datang hanya kuasa hukumnya. 

Sesuai jadwal pemanggilan dari Polres Blitar, Triyanto dijadwalkan diperiksa pada Selasa (4/12) lalu. Pemeriksaan itu dilakukan setelah Triyanto ditetapkan tersangka. "Informasinya memang saudara Triyanto tidak hadir dalam pemanggilan kemarin (Selasa, 4/12)," kata Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Rabu (5/12). 

Karena tidak hadir, lanjut Burhan, maka penyidik bakal menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Triyanto. Triyanto nantinya bakal memperoleh surat panggilan kedua untuk pemeriksaan sebagai tersangka. "Ya, selanjutnya akan dilakukan pemanggilan yang kedua," ujarnya. 

Kapan Triyanto akan dipanggil lagi, jelas dia, pihaknya belum mengetahui pasti. Sebab, saat Ini surat panggilan kedua sedang dalam proses pembuatan oleh penyidik. "Kami belum tahu. Soalnya surat panggilan kedua saat ini sedang diproses penyidik," ungkap perwira berpangkat dua balok di pundak ini. 

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah melalui kuasa hukumnya, Hendi  Priono mengatakan, kliennya tersebut (Triyanto) bukan mangkir tanpa alasan. Tetapi, Triyanto tidak hadir karena ada beberapa alasan tertentu. Salah satunya yakni sedang pergi ke luar kota karena ada urusan pekerjaan. "Jadi, ini bukan mangkir tanpa alasan lho ya. Harus diketahui ini, biar jelas," jelasnya. 

Saat jadwal pemeriksaan itu, kuasa hukum Triyanto telah datang ke Polres Blitar untuk menyerahkan surat alasan ketidakhadiran kliennya. Selain alasan ke luar kota, ada beberapa alasan lain. "Alasan lainya, klien kami sedang berkoordinasi dengan tim kuasa hukumnya. Lalu, klien kami juga meminta penjadwalan pemeriksaan ulang," terang Hendi. 

Dia memastikan bahwa kliennya tersebut kooperatif. Kuasa hukumnya itu akan datang pada pemanggilan pemeriksaan yang kedua. "Ya, klien kami akan kooperatif. Kami memohon untuk dilakukan penjadwalan ulang lagi," tandasnya.

(rt/abd/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia