Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Polisi Ciduk Lima Pengamen

06 Desember 2018, 12: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

BIAR KAPOK: Pengamen saat digiring ke Polres Tulungagung.

BIAR KAPOK: Pengamen saat digiring ke Polres Tulungagung. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Pengamen jalanan tampaknya cukup membuat masyarakat terganggu. Ini dibuktikan dengan lima pengamen yang beroperasi di simpang empat RS lama diciduk oleh anggota Satreskrim Polres Tulungagung.

Alasannya, keberadaan mereka banyak dikeluhkan pengguna jalan dan warga sekitar karena dianggap mengganggu ketertiban.

Kelima pengamen tersebut yakni SB, 13, warga Kecamatan Munjungan Trenggalek; RH, 13; AS, 15; DA, 15, warga Kecamatan Ngantru; serta FR,17, warga Kabupaten Ponorogo.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasubbag Humas Iptu Sumaji mengatakan, pengamanan kelima pengamen tersebut bermula dari pengaduan masyarakat yang resah karena aktivitas mereka mengganggu pengguna jalan saat berhenti di lampu merah.

Bahkan saat menyeberang atau berpindah tempat, mereka langsung berlarian tanpa memperhatikan situasi jalan. Padahal, arus lalu lintas di simpang empat tersebut tergolong padat.

“Dari informasi tersebut, petugas piket langsung mendatangi lokasi untuk mengeceknya,” katanya  Kamis (4/12).

Setibanya di lokasi, ternyata benar ada lima pengamen yang tiga di antaranya sedang duduk-duduk di trotoar. Setelah kelimanya diminta keterangan dan tidak bisa menunjukkan identitas, akhirnya dibawa ke polres untuk dilakukan pendataan. “Kelimanya masih di bawah umur dan sudah putus sekolah sejak SD,” jelasnya.

Polisi dua balok di pundak ini melanjutkan, kelima pengamen tersebut terdiri dari tiga kelompok.

Menurut dia, SB dan FR sengaja mengamen dari satu bus ke bus lain hingga terdampar ke perempatan RS lama tersebut. Rencananya mereka juga pulang lagi dengan naik bus menuju Trenggalek dan Ponorogo.

Sedangkan RH, AS, dan DA berteman dan sudah sering mengamen di beberapa wilayah di Tulungagung. “Mereka tidak saling kenal. Baru ketemu di lokasi tersebut. Kalau RH, AS, dan DA memang sudah berteman,” jelasnya.

Dia menambahkan, setelah dilakukan pendataan, mereka juga diberikan pembinaan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan yang berisi tidak akan berbuat kriminal dan mengganggu ketertiban umum. Setelah itu, kelimanya dipulangkan.

“Kita juga sampaikan jika keluar rumah agar membawa kartu identitas,” tandasnya.

(rt/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia