Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Stok Beras sampai Empat Bulan

06 Desember 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MASIH CUKUP: Kepala Gudang Bulog Karangsoko Ashadi melihat persediaan beras yang disimpan dan sebelum disalurkan kemarin (5/12).

MASIH CUKUP: Kepala Gudang Bulog Karangsoko Ashadi melihat persediaan beras yang disimpan dan sebelum disalurkan kemarin (5/12). (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Mendekati akhir tahun ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivisi Regional (Subdivre) Tulungagung tampaknya harus meningkatkan stok cadangan beras.

Pasalnya, kini belum memasuki masa panen sehingga berpengaruh terhadap serapan beras yang dilakukan Bulog. Hal ini seperti terjadi di gudang Bulog Karangsoko, Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, hingga Kamis  (6/12), terdapat 956 ton beras jenis medium yang disimpan di gudang.

Padahal, di lokasi tersebut terdapat dua gudang dengan total kapasitas 3 ribu ton. Lebih dari dua per tiga ruangan masih kosong dan belum terisi beras.

“Saat ini di Trenggalek belum memasuki musim panen, makanya serapan kami sedikit,” ungkap Kepala Gudang Karangsoko Ashadi.

Dia melanjutkan, kendati demikian, Bulog akan terus melakukan serapan sampai akhir tahun. Khusus di Trenggalek, pengadaan serapan beras diprediksi masih ada, kendati kuantumnya kecil.

Terlihat dari rata-rata setiap hari serapan berkisar 50 ton hingga 70 ton. Mengingat jumlah serapan setiap hari cenderung naik-turun. Ini terlihat jika musim panen, serapan bisa lebih dari 100 ton per hari.

Sedangkan jika tidak masa panen, bisa di bawah 50 ton per hari. ”Jika dirata-rata jumlah serapan di gudang kami jumlahnya segitu (50 ton hingga 70 ton, Red) setiap harinya,” katanya.

Meski demikian, masyarakat Trenggalek tidak perlu khawatir. Diprediksi cadangan beras yang ada kini bisa digunakan hingga Maret 2019 mendatang atau empat bulan. Ini sesuai dengan kebutuhan penyaluran beras di Trenggalek sekitar 300 ton setiap bulan.

“Apalagi sekitar Febuari sampai Maret tahun depan, di Kota Keripik Tempe ini diprediksi akan memasuki musim panen raya. Ini tentu membuat serapan bisa bertambah,” jelasnya.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia