Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Features

Awalnya Ikut-ikutan, Bobby Susilo Bawa Pulang Dua Emas di Kejurnas

Oleh : Agus Muhaimin

06 Desember 2018, 14: 15: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Awalnya Ikut-ikutan, Bobby Susilo Bawa Pulang Dua Emas di Kejurnas

(RADAR TRENGGALEK)

Nama Kota Keripik Tempe kembali terangkat dari olahraga, kali ini dari cabang kareate. Bobby Susilo salah satunya. Dia berhasil membawa pulang dua emas dari Kejuaran Nasional (Kejurnas) Karate di Jakarta, 25 November lalu. Yakni dari kelas -61 junior putra dan best of the best di kelas junior.

Remaja 16 tahun ini berpostur tubuh tinggi, berkulit bersih, dan sedikit pemalu. Begitu kesan pertama ketika berjumpa dengan Bobby Susilo, karateka asal Kecamatan Panggul, yang beberapa waktu lalu membawa pulang emas di Kejurnas Karate 2018.

Di event dua tahunan tersebut, putra pasangan Prakoso Poncosusilo dan Komsiyah ini berhasil menyisihkan belasan karateka perwakilan dari provinsi lain. “Yang berat itu waktu lawan perwakilan dari DKI Jakarta di final,” tutur pemuda Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, ini kemarin (5/12).

Ada beberapa kelas dalam Kejurnas Karate. Berdasarkan kelompok usia atlet, ada kelas pemula, kelas junior, dan kelas senior. Setiap kelas tersebut juga berlaku kelas untuk berat badan. Bobby, sapaannya, masuk pada kelas -61 junior putra. Artinya, untuk kelompok usia 16-17 tahun dengan berat di bawah 61 kilogram. Pada level ini, Bobby berhasil menumbangkan lawan-lawannya dan berhasil meraih emas.

Tidak hanya itu, dalam kejuaraan karate juga terdapat pertandingan di setiap kelas atau kelompok usia untuk diambil satu orang karateka terbaik. Pada tahap inilah, Bobby harus bertanding melawan kontingen dari DKI Jakarta yang berbobot lebih darinya. Di sisi lain, karateka dari kota besar biasanya memiliki jam terbang yang lebih tinggi ketimbang dari daerah.

Dengan perjuangan dan perlawanan yang cukup sengit, Bobby mampu memenangkan kelas usia tersebut dan meraih best of the best. Dia pun pulang dengan dua medali emas di tangan. “Kalau tidak ada halangan, Juli tahun depan dapat kepercayaan main (pertandingan karate, Red) di Ceko bersama dengan juara lainnya,” akunya.

Untuk lokal dan regional, debut Bobby di dunia karate memang tidak begitu mengecewakan. Sejak SD, dia memiliki bakat cukup menonjol di olahraga tersebut. Misal saja, menjadi juara di olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) tingkat kabupaten. Bahkan, saat perebutan piala Dinas Pendidikan Jatim, juga berhasil mendapat nominasi.

Sayang ada juga beberapa momen atau event yang tidak bisa diikuti. Seperti saat Kejurnas di Palu dua tahun lalu. Kendati dia menjadi salah satu karateka yang diperhitungkan di kelas pemula di regional Jatim, nyatanya faktor biaya membatasinya ikut berpartisipasi dalam momen itu. “Sebenarnya kalau sudah mewakili Jatim, tidak usah mikir biaya. Tapi sebelum itu ada tahapan yang harus dilalui,” ujarnya.

Ya, ada seleksi di tingkat regional Jatim yang mempertandingkan antarcabang karateka di tingkat regional ini. Pada proses ini, cabang dituntut aktif. Terutama dalam mengakomodasi kebutuhan karateka yang dimiliki. “Kalau sekarang sudah agak besar ya, jadi orang tua juga sangat mendukung,” katanya lantas tertawa.

Siswa kelas X SMA 1 Karangan ini mengaku kenal karate sejak duduk di bangku SD. Awalnya dia hanya ikut-ikutan atau diajak keponakan yang kala itu mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karate di sekolah. Sejak saat itu, Bobby mulai berlatih di tempat latihan karate di salah satu sekolah di wilayah Panggul. “Jadi sejak awal kenal memang sudah kepincut sama karate, bukan jenis olahraga fisik lain,” jawabnya saat ditanya kenapa memilih karate.

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia