Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Jaga Mata Rantai, Dinas Perikanan Sebar 30 Ribu Benih Ikan

07 Desember 2018, 13: 22: 34 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

PEDULI LINGKUNGAN : Kepala Dinas Perikanan Tulungagung Tatang Suhartono (topi biru) saat menyerahkan ikan kepada warga, Jumat (7/12).

PEDULI LINGKUNGAN : Kepala Dinas Perikanan Tulungagung Tatang Suhartono (topi biru) saat menyerahkan ikan kepada warga, Jumat (7/12). (RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG- Dalam menjaga ekosistem atau mata rantai di  perairan darat, Dinas Perikanan Tulungagung menyebar sekitar 30 ribu benih ikan tumbro dan tawes di embung Dusun Bago, Desa Sidem, Kecamatan Gondang,  Jumat (7/12).

Acara yang dilaksanakan sekitar pukul 8.00 ini berjalan cukup lancar. Event yang digelar setiap tahun ini selain dihadiri pegawai dinas perikanan, juga tampak hadir  camat, polsek gondang dan warga desa setempat. 

Menurut Kepala Dinas Perikanan Tulungagung Tatang Suhartono,  ini merupakan kegiatan restoking ikan. Ini berfungsi menambah ikan di perairan darat. Sebenarnya secara alamiah jika mata rantai baik, maka tidak perlu restoking. Tp kenyataanya mata rantai tidak berjalan baik.

Banyak yang mengambil ikan dengan cara tak wajar,  tak ramah lingkungan.  Seperti pengambilan ikan dengan diputas atau disetrum. Sehingga ikan yang masih kecil seharus belum bisa diambil, ikut terambil. Kondisi ini membuat stok ikan menipis. Karena itu diperlukan restoking.

"Kalau restoking cukup mudah karena hanya menambah benih ikan, tapi yang sulit itu adalah mengajak masyarakat bagaimana mereka bisa menjaga benih ikan agat bisa tumbuh besar, " katanya saat ditemui sebelum melepas benih ikan di embung Sidem.

Mantan Kadishutbun ini mengatakan, ketika ikan sudah besar, maka masyarakat bisa memanfaatkannya, dan terjadilah siklus mata rantai alamiah. "Kalau itu terjadi maka kita tidak perlu restoking setiap tahun. Perhitungan kita sebenarnya benih ikan yang disebar di embung ini  cukup," jelasnya. 

Ketika ditanya, berapa benih ikan yang disebar ke embung ini, Tatang mengatakan sekitar 30 ribu benih. Dan diperkirakan tidak akan sampai setahun, benih-benih tersebut sudah besar. "Perhitungan kita tidak perlu nunggu setahun, tiga sampai empat bulan sudah besar," ujarnya.

Mantan Kadispertanian ini melanjutkan, sekarang persoalannya adalah bagaimana bisa mendorong masyarakat mengambil ikan yang ramah lingkungan. "Seperti dipancing, saya kira ketika hanya dipancing ikan itu tidak cepat habis," tuturnya. 

Tatang menambahkan, agar masyarakat bisa berprilaku ramah lingkungan, dinas perikanan tidak segan dan terus sosialisasi ke mereka. Seperti pemasangan rambu-rambu dilarang mengambil ikan dengan putas, disetrum atau menggunakan bom.

"Kalau itu dilakukan maka ikan kecil ikut mati, karena itu kami berharap masyarakat juga ikut menjaga ekosistem atau mata rantai alamiah ini," katanya. 

Berdasarkan data yang diperoleh radartulungagung.id, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan pada tanggal  5 dan 6 Desember. Dan ada sekitar 100 ribu benih ikan yang disebarkan di lima desa. Yakni di Desa Sidem, , di sidem, Samir, Picisan, Tiiyudan, Teggarrejo,  dan Sawo. Ada tiga jenis benih, tawes, tombro dan patin. Kegiatan ini mengambil dana APBD 2018 .

(rt/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia