Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Tak Kapok Mencuri dan Berada Dibui, Kaki Residivis Didor Polisi

07 Desember 2018, 19: 48: 04 WIB | editor : Didin Cahya FS

AGAR KAPOK: Polisi ketika menginterogasi Wawan Gagap, pelaku pencurian konter HP di wilayah Kecamatan Watulimo.

AGAR KAPOK: Polisi ketika menginterogasi Wawan Gagap, pelaku pencurian konter HP di wilayah Kecamatan Watulimo. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Kehidupan di balik jeruji besi sepertinya sangat akrab bagi Guntur Setiawan alias Wawan Gagap, 28, warga Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko. Pasalnya, pria yang sudah dua kali masuk rumah tahanan negara (rutan) tersebut dibawa Unit Reskrim Polsek Watulimo ke Mapolres Trenggalek karena diduga melakukan pencurian dan pemberatan (curat) konter handphone (HP) milik Andin Styoirawan, di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo. Bahkan ketika ditangkap, pelaku mencoba kabur sehingga polisi pun terpaksa menghadiahinya timah panas tepat di kaki kiri agar tidak kabur.

Bersamaan itu, turut diamankan barang bukti berupa sembilan unit HP hasil curian yang sudah dibuka bungkusnya dan siap jual. Kini, Unit Reskrim Polsek Watulimo telah berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Bandung, Tulungagung, terkait dugaan pelaku juga melakukan pencurian HP di wilayah hukum polsek tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, pencurian tersebut diketahui pemilik konter pada Minggu (2/12) lalu. Saat itu, sekitar pukul 08.30 setelah membuka tokonya, korban kaget mengetahui plafon toko dalam keadaan jebol. Bukan hanya itu, puluhan unit HP baru baik yang disimpan pada almari maupun yang dipajang pada etalase toko juga raib. ”Setelah mengetahui tokonya telah dibobol pencuri, korban langsung melapor ke Polsek Watulimo,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra, Kamis (6/12)

Dia melanjutkan, berbekal laporan tersebut, polisi langsung melakukan olah TKP dan mencari bukti sebagai petunjuk siapa pelakunya. Dengan terus melakukan penyelidikan tersebut, akhirnya polisi mengetahui identitas pelaku tersebut. Jadi saat itu langsung mengembangkan proses penyelidikan untuk mengetahui tempat persembunyiannya. “Kami tidak boleh gegabah dalam melakukan penangkapan. Mengingat pelaku sudah berkali-kali berurusan dengan polisi sehingga tidak cukup kemungkinan bisa mengelabui petugas agar bisa kabur,” katanya.

Kesabaran polisi tersebut berbuah hasil. Buktinya, pada Rabu (5/12) lalu mendapati pelaku berada di area jalan dekat Pantai Prigi, menjual barang curiannya tersebut. Tidak ingin buronannya kabur, akhirnya polisi bergegas ke lokasi untuk membekuk pelaku. Namun sayang, ketika akan ditangkap, pelaku mencoba mengelabui petugas untuk kabur sehingga terpaksa petugas memberikan timah panas di kaki kirinya.

Setelah dilakukan penangkapan, polisi bergegas ke rumah pelaku untuk mencari barang bukti yang belum sempat dijual. Dari situ di salah satu almari yang berada di kamar pelaku, ditemukan sembilan unit HP yang semua segelnya telah dibuka. Tujuannya, agar pelaku lebih mudah menjual barang curiannya tersebut karena dijual dalam kondisi bekas beserta dusbox.

(rt/zak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia