Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Awas, Mengkhawatirkan Peredaran Kosmetik Berbahaya Meningkat 50 Persen

07 Desember 2018, 20: 10: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

WASPADA: Petugas dinkes ketika melakukan sidak produk kosmetik di sejumlah toko kosmetik.

WASPADA: Petugas dinkes ketika melakukan sidak produk kosmetik di sejumlah toko kosmetik. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Tak dapat dimungkiri, kosmetik sudah menjadi kebutuhan primer bagi kaum hawa. Namun perlu diwaspadai, peredaran kosmetik dengan bahan berbahaya masih marak, termasuk di Kota Marmer. Bahkan jumlahnya meningkat 50 persen jika dibandingkan tahun lalu.

Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Masduki menjelaskan, tingginya kebutuhan akan kosmetik menjadi faktor utama marak peredaran kosmetik dengan bahan berbahaya. “Karena demand-nya tinggi, dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk mencampur dengan bahan berbahaya,” jelasnya Jumat  (6/12).

Lanjut dia, tingginya keinginan masyarakat untuk mendapatkan hasil yang instan juga menjadi factor maraknya peredaran kosmetik dengan bahan berbahaya.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada sebelum melakukan pembelian. Terutama pembelian kosmetik di dunia maya. Pasalnya, sebagian besar penjualan produk-produk kosmetik dengan bahan berbahaya secara online. “Tidak semua penjualan kosmetik buruk. Namun sebagian besar memang secara online. Sebaiknya lebih teliti sebelum melakukan pembelian,” terangnya.

Setidaknya ada empat bahan berbahaya yang kerap digunakan pada kosmetik. Yakni hidrokinon, asam retinoat, merkuri, dan bahan pewarna merah K3. Bahan-bahan itu tentu akan berakibat pada kesehatan. Terutama pada kulit, seperti timbul iritasi, gatal, ruam merah, dan rasa terbakar. Bahkan untuk jangka panjang, dapat berakibat pada kanker dan kecacatan. “Reaksi paling cepat biasanya ada rasa terbakar pada kulit, timbul merah. Jika kulit sensitif reaksinya bisa lebih cepat dan parah,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes Tulungagung, sepanjang 2018 menemukan setidaknya 86 pack perona wajah yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Tak hanya itu, sebanyak 76 pack eyeshadow tak memiliki izin edar masih marak. “Memang jumlahnya sangat banyak. Bahkan ada lipstik dari berbagai merek sebanyak satu dus dan tidak memiliki izin edar kami amankan,” jelasnya.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia