Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Politik

Ngawur dan Kian Semrawut, Satpol PP Copot Paksa Ribuan APK Dijalanan

07 Desember 2018, 21: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

Ngawur dan Kian Semrawut, Satpol PP Copot Paksa Ribuan APK Dijalanan

 TULUNGAGUNG - Ada sekitar 1.200 alat peraga kampanye (APK) di Kota Marmer bakal diturunkan secara paksa oleh Satpol PP Tulungagung. Yakni karena melanggar zona pemasangan yang telah ditentukan dan melanggar ketertiban umum.

Terhitung sejak Rabu (5/12) hingga Jumat  (7/12), giat penertiban dilakukan satpol PP. Ada 30 APK dari berbagai partai politik (parpol) diturunkan.

Diketahui, APK bakal dicopot paksa itu tidak sesuai ketentuan penempatan. Seperti di jembatan, ditempelkan atau diikat di pohon, ditempel di rambu lalu lintas, dan lain-lain. “Sesuai peraturan bupati (perbub), ada beberapa tempat dilarang memasang papan reklame,” ungkap Kasi Informasi Publik Satpol PP Tulungagung A. Nindya Putra.

Dia menjelaskan, penurunan APK di berbagai tempat tersebut dipasang ngawur dan semrawut serta tidak dapat rekomendasi pihak Bawaslu dan kemudian ditindaklanjuti pihaknya untuk melakukan penurunan paksa. “Jumlah APK yang masuk dari Bawaslu sekitar 1.200 lebih tidak memenuhi ketentuan. Pelepasan APK terus kami lakukan setiap hari dengan pembagian anggota, tapi bertahap," ujarnya.

Dia mengaku, dua hari kegiatan pelepasan di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Tulungagung, ada sekitar 30 APK diturunkan. Yakni wilayah Jalan Jayeng Kusuma, simpang empat rumah sakit lama.

Dia mengaku, APK yang telah diturunkan akan disimpan di kantornya dan dapat diambil setiap perwakilan partai parpol. “APK yang kita turunkan nanti dipisah dari setiap tempat yang sudah kami turunkan dan parpol apa saja,” jelasnya.

Dia menegaskan, kegiatan yang dilakukan sesuaidengan aturan telah disepakati bersama. Bahkanselain sudah sosialisasi, satpol PP juga memberisurat edaran tentang aturanpemasanganAPKkepadapihakBawaslu,KPU, dan parpol.

(rt/did/jpr/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia