Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Siswa Terpaksa Pinjam Laptop Ortu dan Guru Untuk Ikut UNBK

09 Desember 2018, 13: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TENANG : Para siswa ketika mengikuti penilaian akhir semester di SMPN 6 Tulungagung.

TENANG : Para siswa ketika mengikuti penilaian akhir semester di SMPN 6 Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG – Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kota Marmer terpaksa meminjam peralatan komputer dan laptop untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sebab, masih banyak SMP negeri yang belum memiliki peralatan memadai untuk UNBK. Termasuk di SMPN 2 Tulungagung, butuh setidaknya enam ruangan untuk pelaksanaan UNBK April mendatang.

“Kami memiliki satu laboratorium komputer. Sedangkan kebutuhan kami ada enam,” jelas Wakasek Kurikulum SMPN 2 Tulungagung Hadi Suyono.

Lanjut dia, rencananya sekitar 396 siswa kelas IX akan mengikuti UNBK. Berarti butuh setidaknya 132 unit komputer. Namun jumlah yang tersedia baru sebanyak 30 unit.

Untuk mengatasi itu, pihak sekolah terpaksa meminjam komputer atau laptop milik orang tua (ortu) siswa atau guru. “Tahun ini kami mencoba untuk mandiri. Setelah dua tahun UNBK, kami terpaksa menumpang di SMK,” tandasnya Sabtu (8/12).

Dia menjelaskan, sejumlah persiapan jelang UNBK terus dilakukan. Seperti pemasangan jaringan dan mengadakan jam tambahan bagi siswa kelas IX.

Tak hanya itu, untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK, (dispendikpora, Red) memberi bantuan berupa server. “Kemarin kami baru dapat dua server tambahan dari dinas demi kelancaran ujian,” terangnya.

Wakasek Kurikulum SMPN 6 Tulungagung Sokhip Sugiharto menjelaskan, tahun kedua sekolahnya terpaksa meminjam laptop orang tua siswa untuk pelaksanaan UNBK. Sebab, jumlah unit komputer belum mencukupi. “Setidaknya, ada 354 siswa yang akan ikut ujian nasional. Jadi butuh sekitar empat laboratorium dan kita baru memiliki satu,” tuturnya.

Lanjut dia, nantinya setiap laboratorium berisi 35 hingga 40 unit komputer. Jadi total diperlukan sekitar 140 unit komputer.

Dia memastikan, dapat melaksanakan UNBK dengan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, persiapan UNBK telah mencapai 60 persen. “Meski kekurangan unit, dengan bergotong royong Insya Allah kami bisa melaksanakan UNBK dengan lancar seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.

Mengenai persiapan siswa, sekolah tersebut telah memulai program jam ke-0 sejak November lalu. Itu dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis.

Rencananya, sekolah juga akan mengadakan tryout untuk mengukur kesiapan siswa. “Iya, Kamis (6/12) lalu kami mendapat bantuan server sebanyak tiga unit,” jelasnya.

(rt/did/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia