Sabtu, 23 Mar 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Kapok Mencuri dan Masuk Bui, Polisi Hadiahi Timah Panas

15 Desember 2018, 13: 10: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

KELUAR MASUK PENJARA?: Polisi menginterogasi kedua pelaku curat sebuah rumah di wilayah Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari.

KELUAR MASUK PENJARA?: Polisi menginterogasi kedua pelaku curat sebuah rumah di wilayah Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari. (POLRES TRENGGALEK)

 TRENGGALEK - Pengapnya udara di tahanan tampaknya sudah akrab dengan Irwan Sudirman, warga Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur dan Feri Sukristian, warga Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Mereka berkali-kali keluar masuk lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Jumat (14/12), kedua pria tersebut dibekuk Satreskrim Polres Trenggalek dengan kasus sama.

Mereka diduga curat di rumah milik Onang Herba Prasetyo, di Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari. Ketika hendak dibekuk, mereka mencoba kabur. Tak ayal, petugas pun memberi hadiah timah panas di kaki kiri mereka. Kini kasus ini sedang dikembangkan karena tidak menutup kemungkin dilakukan di daerah lain.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kasus yang terjadi Kamis (6/12) tersebut bermula sekitar pukul 09.30. Korban keluar rumah menjemput anaknya di sekolah. Sebenarnya korban melihat ada seorang laki-laki di depan rumahnya, tapi korban berpikir pria itu menawarinya galvalum. “Korban tidak menaruh curiga pada pria tersebut dan langsung berangkat menjemput sang anak. Mengingat beberapa hari sebelumnya ada orang yang menawari barang tersebut,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Namun sekitar pukul 11.00, setelah kembali ke rumah, korban kaget. Saat masuk ke rumah, pintu kamar tidur terbuka dan rusak. Setelah masuk ke kamar, isi almari di ruangan tersebut sudah berantakan. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada salah satu jendelanya. “Setelah dicek, ternyata ada beberapa barang berharga milik korban hilang seperti perhiasan, handphone, dan uang dengan total kerugian Rp 59 juta lebih,” katanya.

Korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Mendapatkan laporan itu, polisi langsung olah TKP dan menyelidiki untuk mengetahui identitas pelaku beserta tempat persembunyiannya. Penyelidikan berbuah hasil. Buktinya Rabu (12/12) lalu, polisi berhasil melacak tempat persembunyian mereka di Kelurahan Bago, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Mendapati itu, polisi langsung menuju lokasi.

(rt/zak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia