Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Bripka Endro Purnomo, Ciptakan Web Sosialbook

Dari Modal Nekat, Dapat Lacak Informasi Hoax

15 Desember 2018, 15: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

PANTANG MENYERAH: Bripka Endro Purnomo saat otak-atik komputernya.

PANTANG MENYERAH: Bripka Endro Purnomo saat otak-atik komputernya. (AGUS DWIYONO/RADAR TULUNGAGUNG)

 Memanfaatkan keahlian di bidang komputer, Bripka Endro Purnomo menciptakan web media sosial (medsos) untuk menangkal informasi bohong dan isu suku, agama ras, dan antargolongan (SARA).

AGUS DWIYONO

Tidak sulit mencari rumah anggota Polres Tulungagung Bripka Endro Purnomo yang mampu menciptakan platform medsos versi software beta dan diberi nama Sosialbook yang mirip dengan Facebook. Dia tinggal di Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, tepatnya di depan Stasiun Tulungagung.

Masuk ke dalam rumah pria yang menjabat Paur Humas Polres Tulungagung, ada beberapa peralatan elektronik di ruang tamu. Contohnya komputer dan Andriod canggih. Peralatan itu biasa dipakai Endro, sapaan akrabnya, untuk mengisi waktu luang setelah bekerja sebagai pengayom masyarakat.

Hampir setiap hari Endro berada di komputer di depan selepasdinas, termasuk  Jumat (14/12).

Sambil menggendong anak bungsunya yang masih balita, Endro di depan komputer sesekali menceritakan awal mula memiliki inisiatif membuat terobosan baru tersebut. “Saya memang penggiat medsos dan ironis melihat banyak berita dan informasi hoax atau sengaja dibuat bohong untuk melakukan penipuan di media sosial,” jelasnya.

Itulah wujud kecintaannya kepada negara dengan mencoba membuat terobosan baru dengan menciptakan internet sehat dengan memerangi berita hoax. Karena itu, dia membuatnya lantaran ingin menjaga aktivitas di medsos tetap positif. Seperti ajang pertemanan, ajang bisnis, dan lain sebagainya. “Ini bentuk keprihatinan saya terhadap berita hoax. Lebih-lebih jelang tahun politik ini, yang saling serang kubu sana dan kubu sini, isu SARA dan berbagai fitnah yang dapat berpotensi memecah belah bangsa,” ujarnya.

Dia mengaku, pembuatan Sosialbook dilakukan tidak sendiri. Namun dibantu dua temannya. Kini web tersebut dalam tahap uji coba dan segera tahap penyelesaian. “Belum launching, rencananya awal 2019. Masih tahap uji coba,” jelasnya.

Web yang dibuatnya sudah memiliki beberapa fitur, semisal refarel yang mana teman-teman pengguna lain dapat mereferensikan untuk bergabung dan dapat imbalan berupa pin dan dapat ditukarkan pulsa. “Bisa jualan online, broadcast iklan, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Hebatnya, Sosialbook ini akan mudah melacak dan memfilter kata kebencian atau informasi hoax. Dalam pembuatannya, dirinya memakai dengan biaya sendiri tanpa adanya investor yang mendanai. “Masih pakai uang sendiri. Saya bondo (modal) nekat. Aplikasi ini bukan untuk menyaingi media sosial lain, tapi turut mewarnai,” ungkapnya.

Bapak tiga anak itu menjelaskan, pengguna web ciptaannya sekitar 104 orang dan baru tahap uji coba sekitar dua minggu lalu.

Dia berharapbanyakyang menggunakan aplikasinyaagar banyakwarganet bisa menggunakan medsos ke arah positif. “Dulu hanya55 pengguna,setelah semakin lamakini sekitar 104 pengguna,”ungkapnya.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia