Sabtu, 23 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Politik

Suara Pemilih Pemula di Pileg 2019, Lebih Banyak Libatkan Perasaan

28 Desember 2018, 22: 10: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MENELITI : Beberapa warga sedang melihat apakah namanya masuk di DPT via HP.

MENELITI : Beberapa warga sedang melihat apakah namanya masuk di DPT via HP. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG – Coblosan bareng pileg dan pilpres kurang lima bulan lagi, tepatnya pada Rabu 17 April 2019. Tapi sayang, hingga kini sebagian calon legislatif (caleg), baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun DPR RI, termasuk DPD, masih minim dalam mengenalkan program, visi, dan misi kepada pemilih.

Para caleg tersebut lebih memilih berkampanye dengan citra diri yakni memasang alat peraga kampanye (APK). Indikasinya, banyak ditemui APK di berbagai sudut jalan. Tapi, tampaknya itu tidak membuat pemilih pemula tertarik. “Sebenarnya saya lihat berbagai banner yang menampilkan caleg-caleg, tapi hanya gambar yang ditampilkan, bukan program-programnya,” ungkap Alfino Rozi Abdillan, siswa SMA yang baru memiliki KTP.

Alino Rozi mengaku lebih tertarik jika para caleg itu berkampanye dengan cara pertemuan tertutup seperti diskusi atau seminar. Karena dengan adanya seminar, dapat menambah wawasan dan mengetahui secara detail program yang diusung caleg. “Selama ini yang saya tahu tidak ada para caleg yang memberikan promosi programnya melalui seminar,” jelasnya.

Menurut siswa berumur 17 tahun ini, dirinya mengetahui adanya coblosan dan wajah para caleg dari internet. Sebab, sekarang ini sebagian besar pemilih pemula lebih suka berselancar di internet. “Selama ini hanya melalui internet dengan melihat berita tentang pemilu,” katanya.

Meski kedekatan caleg kepada pemilih pemula minim, tetap tidak golput. Mereka tetap memiliki pilihan, tapi dalam menetukan pilihan tersebut masih melibatkan perasaan dan fisik. “Saya tertarik memilih laki-laki yang sudah berusia 40 ke atas. Sebab, usia itu dapat dikatakan sudah matang,” jelas Alino Rozi Abdilan.

Siswa kelas XI ini mengatakan, bagi caleg yang ingin dicoblos pada 17 April mendatang, mereka harus memiliki integritas dan pengalaman yang tinggi di bidang politik. “Berminat jika caleg yang memiliki kedewasaan yang tinggi. Dengan modal itu, dia bisa menjadi seorang pemimpin. Kedewasaan itu dapat dari berbagai pengalaman yang mereka lalui dalam hal kepemimpinan dan suka belajar,” ungkapnya.

Alino Rozi Abdilan menambahkan, tidak dimungkiri jika masih banyak pemilih pemula yang awam tentang politik. Ini karena minimnya sosialisasi sehingga kesadaran mereka belum terbentuk baik tentang politik. Apalagi ditambah dengan maraknya berita hoax. Ini membuat pemilih pemula semakin bingung.

(rt/did/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia