Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon-featured
Ekonomi

Bisnis Sulam Mataraman, Tambah Pundi Rupiah

29 Desember 2018, 07: 10: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

KREATIF: Berbagai jenis kerajinan sulam karya Niken.

KREATIF: Berbagai jenis kerajinan sulam karya Niken. (RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG- Banyak hal dilakukan untuk menambah pundi rupiah. Salah satunya membuat kerajinan sulam. Inilah yang dilakukan Niken Yatnaningtias. Warga Jalan Pahlawan, Kecamatan Kedungwaru ini membuat berbagai jenis sulam.

Seperti diketahui, menyulam adalah menjahit dengan tangan. Ada berbagai jenis tusuk sulaman. Beberapa di antaranya tusuk tikam jejak, flanel, festo, rantai, pipih, silang, simpul, tulang ikan, dan lain-lain. Tujuan menyulam adalah semata-mata menciptakan keindahan.

Niken bersyukur, usaha yang sudah dijalani sejak lima tahun terakhir mampu menambah penghasilannya. Dia memberikan nama produknya, yakni Sulam Mataraman. Jenis kreasinya pun beragam. Di antaranya sulam pita, bayang padang, dan sulam benang. “Sebetulnya tidak ada yang sulit, hanya dibutuhkan ketelatenan dan kreativitas,” ungkap Niken.

Untuk membuat kerajinan sulam, wanita berusia 48 tahun ini membutuhkan beberapa bahan. Di antaranya kain, pita, dan benang. Kain dan pita biasa didapat dari lokalan Tulungagung. Namun benang untuk sulam bayang padang, langsung didatangkan dari Kota Bukittinggi. Tujuannya, agar sulam yang dihasilkan lebih bagus.

Berbagai hasil kerajinan sulam sudah bisa diproduksi ibu dua anak itu. Di antaranya jilbab sulam, tutup galon, tudung saji, tas, suvenir sulam, baju bersulam, dan masih banyak lainnya. Juga ada sofa set terdiri atas sarung bantal, taplak meja, dan tempat tisu.

Untuk pemasaran, Niken sudah menjangkau beberapa daerah. Di antaranya wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Bahkan, dia juga sudah pernah memasarkan produknya ke luar negeri. Di antaranya Belanda, Itali, Malaysia, dan Hongkong. Untuk pemasaran ke luar negeri, Niken mengirimnya lewat kedubes. Dia juga menitipkan kepada saudara atau pun para TKI.

Harga kerajinan sulam itu beragam. Tergantung jenisnya. Misalnya tempat tisu berkisar Rp 17.500 hingga Rp 25 ribu. Sofa set kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Tas, antara Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu. “Kisaran harga produk saya antara Rp 17.500 hingga Rp 500 ribu,” jelas Niken.

Dari hasil penjualan kerajinan sulam itu, Niken mampu mengantongi pendapatan per bulan antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

(rt/whe/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia