Jumat, 18 Jan 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Media Pembelajaran Wayang Daun Bisa Latih Motorik Anak

30 Desember 2018, 10: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

DAUN: Seorang anak menunjukkan wayang godong buatannya. Berbagai warna dan corak dibuat sesuai imajinasi anak.

DAUN: Seorang anak menunjukkan wayang godong buatannya. Berbagai warna dan corak dibuat sesuai imajinasi anak. (wHENDY GIGIH P/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG- Banyak media pembelajaran yang bisa digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik. Pembelajaraan tidak harus dilakukan di dalam kelas. Di luar kelas justru bisa lebih menggali kemampuan anak, ketika di dalam kelas sudah mulai bosan. Namun, harus ada pendampingan dari guru agar materi pelajaran bisa benar-benar dimengerti anak didik.

Salah satu media yang bisa dipakai, yakni wayang godong (daun). Wayang umumnya terbuat dari kulit. Karena itulah, agar lebih menarik, wayang dibuat dari daun. Media inilah yang digunakan Anang Prasetyo, salah seorang guru seni budaya SMNKN 1 Tulungagung.

Bersama anak-anak yang mayoritas tergabung dalam komunitas belajar dan bermain Padang Jingglang, dibuatlah wayang berbahan daun itu beberapa hari lalu.

Bahan yang dipakai untuk membuat wayang godong yakni daun nangka yang sudah direbus, kuas, dan cat. Daun nangka sengaja direbus dahulu sebelum diwarna agar tidak mudah rusak. Daun nangka sudah dipasang tusuk sate agar lebih mudah ketika nanti memainkannya seperti wayang.

Anak-anak diminta melukis atau pun menggambar dengan media daun. Dalam proses inilah, anak-anak mengasah imajinasinya. Ada yang menggambar bunga, gunung, atau pun hanya warna dasar. Baru setelah semua cat kering, anak-anak mulai bercerita dan merefleksikan apa saja yang sudah dilakukan. “Jadi awalnya dijelaskan manfaat daun ini apa dan bagaimana bentuknya. Termasuk juga belajar menghitung. Daun satu ditambah satu daun lagi, ada berapa daun,” ujar Anang Prasetyo.

Wayang daun merupakan salah satu media edukasi. Ada beberapa hal yang bisa ditanamkan kepada anak ketika menggunakan media wayang daun. Salah satunya spiritualitas, yakni daun ada yang menciptakan. Manfaat lain, melatih pengetahuan anak tentang scientific learning. Yakni daun mnegeluarkan oksigen dan menyerap karbondioksida.

Manfaat lain dalam pembelajaran tersebut yakni melatih motorik halus anak. Ini terjadi ketika anak melukis daun sesuai keinginan mereka tanpa dipaksa. Meskipun hanya mewarna dan belum terbentuk karakter, itu merupakan kreasi atau pun karya anak. 

Hal penting yang juga disampaikan menggunakan media pembelajaran wayang daun yakni agar anak-anak mengerti pentingnya menjaga alam. Pentingnya menjaga alam juga menjadi salah satu cerita menarik yang disampaikan salah seorang anak dalam kegiatan tersebut. Contoh sederhananya menjaga atau pun merawat tanaman. “Tidak menebang pohon. Sebab, pohon memiliki banyak manfaat,” kata Anang.

Manfaat lain, ketika anak bercerita di hadapan teman-temannya, terjadi komunikasi dan interaksi. Ini juga mengasah imajinasi dan kemampuan berbicara anak

(rt/whe/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia