Sabtu, 23 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Pengalaman Pramuka Saka Bhayangkara Berjaga di Pospam

Dididik Saling Menolong dan Tanpa Pamrih

05 Januari 2019, 01: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MENYENANGKAN: Beberapa anggota Pramuka Saka Bhayangkara saat bertugas mengamankan arus lalu lintas.

MENYENANGKAN: Beberapa anggota Pramuka Saka Bhayangkara saat bertugas mengamankan arus lalu lintas. (RAHMA OKTAVIANI FOR RADAR TULUNGAGUNG)

 Anggota Pramuka Saka Bhayangkara ikut dalam kegiatan di pos pangamanan (pospam) lalu lintas. Beragam pengalaman menarik mereka dapatkan.

AGUS DWIYONO

Mayoritas orang mengisi hari libur dengan pergi ke rumah saudara atau keluarga di luar kota. Selain itu, juga digunakan untuk pergi ke tempat wisata. Tidak terkecuali libur panjang kemarin, mulai Natal hingga Tahun Baru 2019.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi anggota Pramuka Satuan Karya (Saka) Bhayangkara di Tulungagung. Mereka justru membantu mengamankan proses perjalanan pengendara untuk sampai ke tempat tujuan masing-masing.

Dengan baju Pramuka lengkap, mereka bersedia membantu tugas polisi untuk mengamankan dan memberi kenyamanan para pengendara.

Anggota Saka Bhayangkara itu dibagi di beberapa titik pospam. Mereka tidak sendiri, tapi didampingi Polri, TNI, tim kesehatan, dan beberapa relawan lainnya.

Termasuk Yunita Widyawati, yang ikut pospam selama libur Natal dan Tahun Baru 2019. “Lebih senang ikut pospam lalu lintas. Bisa berbaur dengan polisi dan serap ilmu,” ungkap wanita yang juga ketua Dewan Saka Bhayangkara tersebut.

Warga Desa Ngujang, Kecamatan Ngantru, ini menjelaskan, kegiatan di pospam mulai 25 Desember 2018 hingga tahun baru 2019. Setelah itu, menyesuaikan dengan pihak kepolisian untuk kembali beraktivitas masing-masing. “Hampir 10 hari kita gantian berjaga di pospam, sampai akhir tahun dan mobilitas di jalan reda,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Rahma Oktaviani. Anggota Saka Bhayangkara itu mengaku di pospam merupakan liburan menyenangkan. Alasannya, jika memanfaatkan liburan dengan berbagai kegiatan positif dan membantu orang lain, akan lebih baik. “Kami menilai kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Dia mengaku bangga setiap kali mengikuti kegiatan di pospam tersebut. Sebab, tidak semua orang bisa dan dipercaya polisi ikut menjaga, membantu, dan mengamankan arus lalu lintas. “Dididik saling menolong sesama orang dan tanpa pamrih. Yang terpenting pengalaman,” ungkapnya.

Mereka berangkat dari rumah pukul 07.35 dan dilanjutkan apel pagi di setiap pospam masing-masing. Pelaksanaan apel dimulai sekitar pukul 08.00. “Setelah diberi beberapa arahan, kami menjalankan tugas yang telah ditentukan,” ujarnya.

Menurutdia, banyak pengalaman didapat dari kegiatantersebut. Seperti seringdiajak foto bersama oleh orang yang sudah dibantumenyeberang jalan. “Selain itu, juga sering ditanya anak kecil-kecil yang bercita-cita ingin menjadi polisi,” ungkapnya.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia