Sabtu, 23 Mar 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Sarpras Kurang, UNBK Pinjam Laptop Siswa

05 Januari 2019, 18: 05: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERUS BERUSAHA MANDIRI: Seorang guru tengah menyiapkan sarpras guna menunjang ujian.

TERUS BERUSAHA MANDIRI: Seorang guru tengah menyiapkan sarpras guna menunjang ujian. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar memastikan seluruh SMP negeri bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri. Sejumlah sekolah kini mulai melakukan persiapan dari segi sarana maupun prasarana.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dindik Kota Blitar Dindin Ali Nurdin. Dia mengatakan, pada UNBK tahun ini diupayakan seluruh SMP bisa melaksanakan secara mandiri. Meskipun masih ada beberapa sekolah yang sarana belum memadai, tetap diupayakan mandiri. “Tahun lalu (2018, Red) kami sudah memberikan bantuan komputer ke SMP yang sarana masih kurang. Memanfaatkan APBD (anggaran pendapatan belanja daerah, Red),” terangnya.

Bantuan komputer tersebut, lanjut dia, tidak seberapa jumlahnya. Sebab, anggaran juga terbatas. Selain itu, juga ada bantuan komputer dari pemerintah pusat. “Bantuan ini memang untuk memenuhi kebutuhan komputer UNBK. Tetapi tidak semua. Nanti kekurangannya jadi kebijakan sekolah masing-masing,” ungkap pria ramah ini.

Pemenuhan komputer itu, menurut Dindin, bisa dengan meminjam komputer siswa atau pun guru. Sekolah bisa berkomunikasi dengan orang tua atau wali murid untuk kebijakan peminjaman laptop. Itu seperti yang dilakukan pada pelaksanaan UNBK 2018 lalu. “Beberapa SMP tahun lalu juga ada yang meminjam laptop siswa atau guru,” ujarnya.

Rencana peminjaman laptop siswa itu seperti yang dilakukan SMPN 5 Blitar. Pada UNBK tahun ini SMPN 5 Blitar akan meminjam laptop siswa untuk memenuhi jumlah komputer UNBK. “Kami sudah dapat juga bantuan dari pemerintah kota (pemkot), tapi belum cukup. Makanya kami putuskan pinjam siswa,” terang Waka Kesiswaan SMPN 5 Blitar, Saiful Salim.

Salim mengatakan, kebutuhan komputer SMPN 5 Blitar untuk UNBK tahun ini sebanyak 110 unit. Namun, kini sekolah masih memiliki 60 unit. Jadi kurang 50 unit lagi untuk bisa memenuhinya. “Makanya, yang 50 unit ini rencana kami pinjam ke siswa. Kami sudah rapat bersama orang tua dan mereka setuju,” ungkapnya.

Untuk UNBK 2019, SMPN 5 Blitar telah mempersiapkan tiga ruang ujian. Ruangan itu diisi sekitar 30-40 unit komputer. Sejumlah persiapan sudah mulai dilakukan. “Kami tinggal memasang jaringan dan menunggu laptop siswa,” tandas pria ramah ini.

Seperti diketahui, jadwal UNBK tingkat sekolah menengah pertama negeri (SMPN) bakal dipastikan maju. Sesuai rencana, UNBK digelar April minggu terakhir (sebelumnya ditulis Maret).

Majunya jadwal berdasarkan pentunjuk teknis (juknis) Pos Ujian Nasional dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP). Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan selalu dilakukan pada Mei. Tetapi tahun ini dimajukan. “Karena bersamaan dengan kegiataan pemilu pada April nanti, maka pelaksanaan dilakukan setelah pemilu presiden dan legislatif,” pungkas Dindin.

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia