Jumat, 18 Jan 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Fahad Ismail, Pesepak Bola Nasional, Perkuat Timnas Indonesia U-14

Dari Pemain Kampung

07 Januari 2019, 07: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

BERPRESTASI: Fahad Ismail kini memperkuat tim Persik Kediri dan mengantarkan menjadi juara Liga 3.

BERPRESTASI: Fahad Ismail kini memperkuat tim Persik Kediri dan mengantarkan menjadi juara Liga 3. (FAHAD ISMAIL FOR RADAR TULUNGAGUNG)

 Fahad Ismail, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, menjadi pemain sepak bola berbakat. Dia pernah perkuat tim nasional (timnas) Indonesia U-14, 2016 lalu. Itu semua diraihnya dengan kerja keras hingga rela meinggalkan orang tua untuk berlatih di Jakarta.

AGUS DWIYONO

Beragam cara bisa ditempuh untuk meraih cita-cita, meski harus berkorban dan berpisah sementara dengan keluarga. Tidak terkecuali Fahad Ismail, 23.

Sejak usia 14 tahun, dirinya harus pindah ke Jakarta untuk mengikuti latihan sepak bola agar cita-citanya tercapai.

Bakat sepak bola terlihat setelah kelas 5 sekolah dasar (SD). Waktu itu Fahad, sapaan Fahad Ismail, masih berusia 9 tahun. Karena piawai memainkan bola di lapangan, dirinya sempat dilirik pemilik sekolah sepak bola (SSB) Diklat Tulungagung Putra. “Awalnya almarhum Pak Janta Wiwaha datang ke lapangan Serut dan tanya anak berbakat main bola. Orang-orang banyak sebut nama saya,” jelasnya kemarin (5/1).

Saat pemilik SSB tersebut mendatanginya, Fahad sedang bermain dengan teman-temannya. Pemilik SSB itu menyuruh Fahad untuk bergabung bersama timnya dan bertanding di berbagai laga. “Saya bergabung di SSB Diklat Tulungagung Putra. Skill saya semakin terlatih dan sering raih juara. Termasuk mengantarkan SSB Diklat Tulungagung Putra sebagai perwakilan Indonesia berlaga di Prancis,” ujarnya.

Tidak sampai di situ. Dia dapat panggilan seleksi timnas Indonesai U-14 di Jakarta dan disiapkan menghadapi kejuaraan AFC U-14 di Malaysia. “Alhamdulillah lolos menjadi bagian dari timnas U-14 dan menjadi runner up di AFC tersebut,” ungkapnya.

Semenjak itulah, Fahad harus rela pergi ke Jakarta, jauh dari keluarga di rumah. Waktu itu Fahad masih menempuh sekolah kelas 3 SMP. Akhirnya bersama degan teman-temanya lain bergabung di Indonesia Football Academy (IFA) milik PSSI. “Saya harus pindah dari Tulungagung ke Jakarta. Saya terus berlatih dan berlatih,” ungkapnya.

Menginjak usia 20 tahun, dia sering memperkuat beberapa tim, seperti Perseru Sumenep di ajang ISC B pada 2016 lalu dan mengantarkan klub tersebut juara III di ajang ISC B. “Lantas bergabung di Madura FC Liga 2, hanya mampu sampai 16 besar,” ungkapnya.

Kini dia memperkuat tim Persik Kediri. Tampil kali pertama bertanding melawan Persela Lamongan di Piala Indonesia. Meski kalah 1-2, bisa membobol gawang Persela. “Masih perkuat Persik di posisi winger,” ungkapnya.

Bungsu dari empat saudara ini mengaku dari dulu tidak punya keluarga yang atlet olahraga. Dia hanya main biasa dengan teman-teman lain di kampung halaman. ”Saya suka sepak bola. Semoga keluarga senang melihat,” ungkapnya.

Dariberbagai pertandingandiikuti dan perkuat berbagai tim, banyak ceritaunikdialami. Salah satunya saat bertandingingin buang air kecil sehingga terpaksa ditahan sampai pertandingan selesai.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia