Jumat, 18 Jan 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Reaksi Ormas Islam Ikut Penyegelan: "MasyaAllah, Itu Kan Kayak Dolly"

09 Januari 2019, 15: 15: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TUTUP SEMENTARA: Tempat karaoke yang sudah disegel Satpol PP Blitar Kota, Rabu (9/1)

TUTUP SEMENTARA: Tempat karaoke yang sudah disegel Satpol PP Blitar Kota, Rabu (9/1) (M. SUBCHAN/ RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA - Ormas Islam yang ikut dan masuk ke dalam tempat karaoke mendampingi aparat merasa terkejut, Rabu (9/1). Sebab, kesan pertama kali yang muncul adalah beberapa tempat karaoke mirip dengan tempat prostitusi yabg terselubung. 

Kondisi itu dirasakan langsung oleh Ketua Forum Ormas Islam Blitar Raya Akbar Hariri. Menurut dia, tempat karaoke mirip tempat prostitusi terselubung. "Saya melihat sendiri di dalam, MasyaAllah, itu kan kayak Dolly (dulu lokalisasi di Surabaya) pindah di Blitar. MasyaAllah," ungkapnya sambil menggelengkan kepala. 

Maka itu, kata dia, masyarakat Blitar harus tahu dengan kondisi yang sebenarnya di tempat hiburan karaoke. Menurut dia, masyarakat belum tahu bahwa selama ini ada oknum aparat yang ikut campur tangan dalam bisnis tempat hiburan malam. "Ya, harus diketahui bahwa ada oknum aparat yang membackingi sehingga masyarakat tidak tahu bahwa disini (tempat karaoke ada prostitusi terselubung," ujarnya. 

Seperti diketahui, Satpol PP Kota Blitar akhirnya menutup dan menyegel delapan kafe dan karaoke di Kota Blitar, Rabu (9/1). Penyegelan itu dikawal langsung oleh sejumlah ormas Islam. Di antaranya ada Banser, FPI dan Pemuda Muhammadiyah. 

Penyegelan dimulai sekitar pukul 09.00. Dalam penyegelan itu, satpol PP juga didampingin dari aparat lainnya. Ada dari kepolisian dan Denpom (Detasemen Polisi Militer). Sasaran pertama yang disegel yakni tempat karaoke Hotel Puri Perdana di Jalan Anjasmara. Kemudian Jojo kafe dan karaoke, lalu Grand Mansion (GM) dan Go Rame. 

(rt/kan/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia