Kamis, 21 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Enggan Naikkan Target Retribusi Pasar 2019

12 Januari 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Retta wulansari

PENUH KEKELUARGAAN: Suasana transaksi jual beli di Pasar Ngemplak yang dihiasi keakraban antara pedagang dan pembeli kemarin.

PENUH KEKELUARGAAN: Suasana transaksi jual beli di Pasar Ngemplak yang dihiasi keakraban antara pedagang dan pembeli kemarin. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Meskipun ada revitalisasi sejumlah pasar tahun lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung enggan menaikkan target retribusi dari pasar. Alasannya, jumlah pedagang yang menjajakan dagangan di seluruh pasar milik pemkab tidak ada penambahan berarti. Jadi, target untuk 2019 ini masih tetap sekitar Rp 3,845 miliar.

Kepala Disperindag Eko Sugiono mengatakan, pihaknya memang lebih berpikir secara realistis dengan melihat kondisi perekonomian yang ada kini. Meskipun ekonomi stabil, jumlah pedagang yang menggelar dagangan tidak berubah. Itu membuat istansi yang dipimpinnya tidak mengubah target capaian retribusi pada APBD 2019. “Kami tidak mengubah target dan sama dengan 2018 lalu,” katanya Jumat (10/1).

Menurut dia, adanya revitalisasi sejumlah pasar milik pemkab pada tahun lalu tidak terlalu berpengaruh banyak pada target capaian retribusi. Apalagi tidak ada peningkatan berarti terhadap pedagang di penjualan. “Paling tidak, revitalisasi tahun lalu bisa lebih memperindah lokasi sekitar pasar dan membuat pedagang maupun pembeli nyaman bertransaksi,” tambahnya.

Sekadar diketahui, tahun lalu disperindag ditarget PAD untuk pasar Rp 3,845 miliar dan terealisasi sekitar Rp 3,89 miliar. Rinciannya, retribusi pelayanan kebersihan sebesar ditarget Rp 305 juta mendapatkan sekitar Rp 336 juta dan retribusi pelayanan pasar Rp 3,54 miliar yang tercapai sekitar Rp 3,554 miliar. Secara keseluruhan dari target surplus 100,4 persen.

Pria paro baya ini melanjutkan, pihaknya kini memang lebih memilih untuk terus membuat nyaman para penggerak roda perekonomian di pasar. Secara otomatis, pelayanan harus terus ditingkatkan dan nantinya bisa berimbas langsung pada target pendapatan asli daerah (PAD) yang dibebankan pada instansi di Jalan Ki Mangunsarkoro itu. “Kami tetap yakin dan optimistis target tersebut bisa tercapai. Paling tidak harus bisa menyamai apa yang sudah tercapai 2018 lalu,” tandasnya.

(rt/rak/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia