Rabu, 24 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
RaTu Event

Empat Hari Berlangsung, Begini Cerita Mereka

18 Januari 2019, 16: 22: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BISA DIATASI: Siswa kelas XII SMAN 1 Kauman peserta tryout UNBK yang digelar Jawa Pos Radar Tulungagung sedang mengerjakan naskah soal Kamis (17/1).

BISA DIATASI: Siswa kelas XII SMAN 1 Kauman peserta tryout UNBK yang digelar Jawa Pos Radar Tulungagung sedang mengerjakan naskah soal Kamis (17/1). (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

Tryout UNBK yang digelar Jawa Pos Radar Tulungagung bekerja sama dengan Cabdindik Provinsi Jatim wilayah Tulungagung dan MKKS se-Tulungagung  yang dilaksanakan mulai Senin (14/1) telah memasuki hari ke empat atau hari terakhir Kamis (17/1). Berbagai cerita mewarnai emapt ahri pelaksanaan kegiatan tersebut. Evan Aris Subianto, progtor SMAN 1 Tulungagung mengungkapkan di hari pertama ada beberapa siswa yang bingung dengan warna pada lembar jawabannya, seperti kuning, merah, dan hitam. Mereka bingung membedakan warna mana yang menandakan jawaban sudah sesuai aturan. “Kendala-kendala itu pun juga sudah ditangani, patokannya ada simbol OK di setiap jawaban,” ujarnya.

Di sisi lain, peserta yang mengikuti tryout kejujuran di SMAN 1 Tulungagung mencapai 236 siswa. Menyiasati itu, peserta tryout dibagi tiga sesi agar komputer sejumlah 88 unit itu dapat efektif. “Ada dua lab komputer. Setiap lab ada 44 unit komputer. Tapi hanya 42 komputer yang digunakan sehingga dua komputer lain untuk cadangan,” jelasnya.

Meski ada kendala teknis, Evan –sapaan akrabnya- mengaku software tryout kali ini memiliki fitur mempermudah pengawas memantau kecurangan siswa, yakni fitur broadcast. “Jadi, dengan fitur itu pengawas tinggal mengetik di komputer server, nanti di komputer client akan muncul tulisan ‘jangan ramai’,” katanya.

Hal serupa juga dialami SMAN 1 Kauman. Di hari pertama, kendala pemadaman listrik mengakibatkan ujian susulan dilakukan besok. Meski begitu, tak jadi masalah karena kendala teknis sebelumnya jadi pelajaran untuk selanjutnya. “Ada di beberapa komputer siswa yang pilihan jawabannya itu bergerak-gerak. Siswa pun merasa sulit memilih jawaban,” ungkap Lelya Wulansari, progtor SMAN 1 Kauman.

Selain itu, kendala juga ada di listening yang buffering, exambro tak dapat ditutup dan siswa dapat membuka aplikasi lain, “Pada mata pelajaran bahasa Inggris, suara listening itu buffering sehingga listening tak dapat dilanjutkan,” katanya. 

(rt/dre/pur/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia