Selasa, 19 Feb 2019
radartulungagung
icon-featured
Politik

Wabup Tak Mutlak Jadi Bupati

24 Januari 2019, 22: 10: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TERTUTUP: Sejumlah petinggi partai pengusung dan pendukung pasangan Emil Dardak dan Mochammad Nur Arifin sedang koordinasi untuk kali pertama, Rabu(23/1).

TERTUTUP: Sejumlah petinggi partai pengusung dan pendukung pasangan Emil Dardak dan Mochammad Nur Arifin sedang koordinasi untuk kali pertama, Rabu(23/1). (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Dinamika pengisian kekosongan jabatan pascapelantikan Bupati Emil Dardak menjadi wakil gubernur (wagub) Jatim kian hangat. Rabu (23/1), sejumlah partai pengusung dan pendukung non-PDIP mengadakan pertemuan. Hal ini menindaklanjuti pernyataan ketua DPC PDIP Trenggalek yang menyebutkan indikasi adanya tekanan politik kepada wabup terkait pendampingnya nanti.

Di aula pertemuan salah satu hotel Trenggalek, terlihat sejumlah ketua dan tokoh partai pengusung dan pendukung pasangan Emil Dardak dan Mochammad Nur Arifin pada Pilkada 2015 lalu. Di antaranya ketua DPD Partai Golkar Trenggalek beserta sekretaris, ketua DPC Partai Gerindra Trenggalek bersama sekretaris, ketua DPC Partai Demokrat beserta sekretaris, serta ketua DPD PAN Trenggalek beserta sekretaris. Sedangkan dari partai pendukung, hanya terlihat ketua dan sekretaris DPC Partai Hanura Trenggalek dan beberapa pentolan partai lainnya.

Husni Tahir Hamid, juru bicara dalam pertemuan ini mengatakan, pertemuan tersebut adalah rapat koordinasi pertama menyikapi kekosongan jabatan pascapelantikan gubernur dan wagub Jatim. Ini sekaligus menampik rumor yang beredar bahwa ada tekanan politik kepada wabup terkait pengisian kekosongan jabatan pascapelantikan gubernur dan wagub Jatim pada Februari nanti. “Baru hari ini kami melakukan itu (koordinasi, Red). Sebelumnya juga tidak pernah,” tegas dia.

Diakuinya, partai pengusung berpeluang mengusulkan nama calon yang bakal mengisi kekosongan itu. Namun, hingga kini partai pengusung belum menetapkan nama yang bakal diusulkan dalam pengisian tersebut.

Kendati demikian, Husni -sapaannya- tidak menampik dalam pertemuan pertama tersebut juga sudah mulai menginventarisasi tokoh-tokoh yang dinilai pantas menduduki kursi yang ditinggalkan Bupati Emil Dardak.  “Jadi (usulan pengganti, Red) itu kesepakatan. Hari ini pun kami tidak menentukan siapa akan diusulkan,” tegas dia.

Husni menjelaskan, ada banyak kemungkinan pascapelantikan gubernur dan wagub nanti. “Terkait pengisian kekosongan jabatan, tidak mutlak bahwa wabup secara otomatis menggantikan bupati yang dilantik menjadi wagub,” katanya. Sebab, DPRD yang akan mengusulkan kepada mendagri melalui gubernur jika terdapat kekosongan jabatan. Itu jika mengacu pada Undang-Undang 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Sedangkan, sambung dia, kepergian wabup beberapa hari terakhir tanpa disertai keterangan tentu menjadi pertimbangan DPRD dalam mengusulkan nama pengganti untuk kekosongan kursi bupati nanti. “Menunggu keputusan DPRD, apakah kursi bupati atau wabupnya yang akan diisi,” tuturnya.

Di sisi lain, menurut dia, partai koalisi (pendukung dan pengusung, Red) pasti akan melakukan kajian mengenai kelayakan wabup untuk diusulkan menjadi bupati pengganti Emil. Sebab, fakta yang ada kini, wabup berisiko sanksi dari gubernur akibat tindakan yang dilakukan beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, Doding Rahmadi, Ketua DPC Partai PDIP Trenggalek mensinyalir sikap wabup beberapa hari ini adalah efek dari pergulatan pengisian kekosongan jabatan pascapelantikan Bupati Emil nanti. Menurutnya, ada tekanan-tekanan politik terhadap wabup. “Mungkin ada kekuatan politik yang menekan pak wabup untuk menjadikan si ini atau si itu sebagai wakilnya. Pak Wabup mungkin males berpolemik dan cenderung menepi dari percaturan ini,” ucapnya.

Bagi Doding, sapaannya, sikap pasif wabup beberapa hari ini tidak lebih dari sikap politik wabup. Sebab, pihaknya meyakini untuk sekelas wabup, pasti telah memiliki pertimbangan-pertimbangan sebelum mengambil sebuah keputusan. Terlebih hal-hal yang berkaitan dengan kinerja dan berdampak pada citra diri seorang wabup. “Kalau kami (secara politik, Red) melihat ini tidak masalah,” katanya Selasa (22/1).

(rt/muh/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia