Selasa, 19 Feb 2019
radartulungagung
icon-featured
Politik

Sejumlah Pihak, Lakukan Pengawasan Isi Tabloid Indonesia Barokah

28 Januari 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DILARANG: Seorang anggota Bawaslu Trenggalek menunjukkan tabloid Indonesia Barokah yang sementara ini peredarannya ditarik.

DILARANG: Seorang anggota Bawaslu Trenggalek menunjukkan tabloid Indonesia Barokah yang sementara ini peredarannya ditarik. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Terkait penemuan Tabloid Indonesia Barokah, Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana mengungkapkan bahwa pengawasan akan terus dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak, seperti polisi dan kantor pos. Mengenai apakah isi tabloid tersebut mengandung unsur SARA atau kampanye hitam, pihaknya masih menunggu informasi dari Bawaslu, termasuk Dewan Pers, apakah tabloid tersebut benar-benar produk jurnalistik atau tidak. ”Jika produk jurnalistik memang benar, apakah pemuatannya berdasarkan kode etik jurnalistik dan dilarang peredarannya? Kami masih menunggu informasi selanjutnya,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, ribuan paket diduga berisi tabloid Indonesia Barokah pengirimannya dikembalikan Jumat (25/1) lalu. Hal ini mengantisipasi kampanye hitam akibat peredaran tabloid tersebut. Mengingat tabloid tersebut menjelekkan salah satu paslon presiden. Seperti yang terlihat di Kantor Pos Cabang Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, sebenarnya kiriman paket tersebut telah tiba pada Sabtu (19/1) lalu. Kala itu, ada 101 paket berupa amplop, dalam keterangannya berisikan tabloid. Seluruh paket tersebut dialamatkan kepada pengurus atau takmir masjid di wilayah Trenggalek. Namun yang janggal, alamat pengirimnya tidak jelas. Jadi membuat kantor pos ragu meneruskan ke alamat tujuan. “Di amplop itu, alamat pengirim hanya dituliskan dari Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati, Bekasi. Makanya terlihat aneh, apalagi prangko yang dibubuhkan merupakan plangko berlangganan dan pengirim tidak bersedia untuk diterbitkan resi agar tidak bisa dilacak,” ungkap Kepala Kantor Pos Cabang Kabupaten Trenggalek Pamuji Slamet.

(rt/zak/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia