Selasa, 19 Feb 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Masih Kurang 1.700 Guru SD

29 Januari 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SABAR : Siswa SDN Kampungdalem 7, Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, saat ikut kegiatan belajar mengajar.

SABAR : Siswa SDN Kampungdalem 7, Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, saat ikut kegiatan belajar mengajar. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Meski dapat kuota  terbanyak dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018, ternyata jumlah tersebut belum mampu penuhi kebutuhan. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung mencatat, berdasarkan data sepanjang 2018 kabupaten ini mengalami kekurangan sekitar 1.700 guru sekolah dasar (SD). Jumlah tersebut terdiri dari guru kelas, guru olahraga, dan guru pendidikan agama islam (PAI).

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan (GTK) Dispendikpora Tulungagung Adi Suselo merinci dari jumlah tersebut, 1264 di antaranya adalah pagu untuk guru kelas. Sementara untuk guru olahraga 272 orang, dan guru PAI kurang 235 orang.

Dia mengungkapkan, jumlah itu dapat meningkat sejalan bertambahnya guru pensiun. Dalam sebulan dispendikpora menerima 20 guru yang mengajukan pensiun. Sehingga setahun dinas menerima sekitar 250 pengajuan pensiun. “Yang pension pasti terus bertambah setiap tahun, sedangkan kebutuhan belum terpenuhi,” jelasnya Jumat (25/1).

Disinggung mengenai kuota seleksi CPNS, pria ramah ini menjelaskan, jumlahnya masih belum mampu penuhi kebutuhan yang ada. Pasalnya sebagian CPNS diterima di daerah lain. Sehingga tidak berpengaruh dan tidak dapat memenuhi kuota yang tersedia. “Suatu misal ada yang lolos dalam seleksi CPNS, namun diterima di luar kota. Padahal di sini butuh,” tandasnya.

Untuk menutup kekurangan pagu, hingga kini diisi guru tidak tetap (GTT). Dengan demikian proses kegiatan belajar mengajar dapat tetap berjalan.

(rt/nda/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia