Rabu, 24 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Tidak Semua Ikut Simulasi UNBK

05 Februari 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SERIUS: Para siswa ketika mengikuti simulasi UNBK periode II di SMPN 2 Tulungagung.

SERIUS: Para siswa ketika mengikuti simulasi UNBK periode II di SMPN 2 Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Pelaksanaan simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) periode II tahap I telah tuntas. Simulasi yang digelar secara serentak dari Senin (28/1) hingga Kamis (31/1) lalu bertujuan untuk mengukur sejauh mana kesiapan siswa dalam mempersiapkan ujian yang akan berlangsung April nanti.

Namun, tak semua sekolah laksanakan simulasi pada periode tersebut. Termasuk SMPN 6 Tulungagung.

Waka Kurikulum SMPN 6 Tulungagung, Sokhip Sugiharto mengungkapkan, lebih memilih mempersiapkan materi UN terlebih dahulu. Berdasarkan hasil evaluasi pada simulasi periode I lalu, kesiapan materi masih kurang. “Lebih memilih memperdalam materi terlebih dahulu karena masih ada materi yang belum dikuasai siswa,” jelasnya Jumat (1/2).

Meski tidak ikut simulasi pada periode kali ini, sekolahnya akan mengikuti simulasi pada 4 Februari mendatang. Ini karena kesiapan sarana prasarana (sarpras) untuk UNBK.

Dia menjelaskan, setidaknya butuhkan empat ruangan untuk UNBK. Untuk penuhi kebutuhan tersebut, akan gotong royong dengan meminjam laptop orang tua siswa untuk pelaksanaan UNBK. “Insyaallah untuk sarpras kami siap. Client gotong royong, server juga kita punya sekitar tujuh,” tandasnya.

Disinggung terkait materi UNBK, dia telah memulai program jam ke-0 sejak November lalu. Ini dilaksanakan setiap hari Senin hingga Kamis untuk pemantapan materi UN, termasuk materi HOTS.

Tak hanya itu, sekolah menargetkan materi untuk kelas IX selesai akhir Februari. Jadi, memasuki Maret, siswa hanya lakukan pengulangan materi dan latihan-latihan soal. “Nantinya porsi HOTS sekitar 10 persen. Jadi anak-anak harus banyak latihan lagi. Untuk itu, sekarang fokus kami di pemantapan materi,” pungkasnya.

Di lain tempat, Waka Kurikulum SMPN 2 Tulungagung, Hadi Suyono menjelaskan, simulasi berlangsung lancar. Hanya saja, saat simulasi hari pertama, pada sesi satu sempat mengalami kendala.

Dia mengungkapkan, itu sering kali terjadi. “Pada awal sesi I sempat terlambat sekitar 30 menit. Token tidak segera keluar sehingga siswa tidak dapat segera mengakses soal,” terangnya.

Dalam simulasi kali ini, setidaknya diikuti 396 siswa. Jadi butuh sebanyak enam ruangan untuk pelaksanaan simulasi.

Dia mengaku, dalam pelaksanaan simulasi kali ini, pihaknya melakukan secara mandiri dengan bergotong royong dengan wali murid terkait laptop yang akan digunakan.

Adanya simulasi ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur siswa. “Ya, kami berharap anak-anak dapat mempersiapkan sebaik mungkin. Meski hanya simulasi, ini juga penting,” tandasnya.

Sementara itu, koordinator help desk UNBK tingkat SMP Kabupaten Tulungagung, Agung Sri Darma menjelaskan, simulasi kali ini menjadi ajang perbaikan sekaligus pemetaan kesiapan UNBK. Baik dari sisi sarpras maupun dari sisi materi siswa. Disinggung mengenai kendala selama simulasi, pria ramah ini mengungkapkan sempat terjadi kendala ketika proses sinkronisasi. “Ada yang baru bisa sinkronisasi pada pagi hari. Karena serentak, jadi sempat sedikit lemot,” terangnya.

Tak hanya itu, proses pelaksanaan sempat terkendala dalam akses token. Akibatnya, siswa tidak dapat mengakses soal ujian. Namun, itu tak berlangsung lama. “Fungsinya simulasi memang untuk melihat bagaimana kesiapan siswa dan teknisi saat UNBK nanti,” pungkasnya. 

(rt/nda/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia