Selasa, 19 Feb 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Masih Kurang Guru Madrasah

08 Februari 2019, 16: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SERIUS: Guru ketika mengajar di ruang kelas MAN 1 Tulungagung, Kamis (7/2).

SERIUS: Guru ketika mengajar di ruang kelas MAN 1 Tulungagung, Kamis (7/2). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Dapat jatah kuota pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018, ternyata belum memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di madrasah. Solusi untuk menutupi kondisi tersebut yakni dengan mengontrak guru bukan PNS (GBPNS).

Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Tulungagung Suryani mengungkapkan, kini total 713 tenaga pendidik mengajar mulai tingkat MIN hingga MAN. Jumlah itu terdiri dari guru berstatus PNS maupun non-PNS. “Total kami memiliki 18 lembaga mulai dari MIN, MTsN, dan MAN. Jumlah guru dari dulu sampai sekarang selalu kurang. Untuk itu, diisi dengan guru honorer,” ujarnya Kamis (7/2).

Selain di madrasah negeri, hal sama juga terjadi di madrasah swasta. Bahkan, jumlah lembaga madrasah swasta lebih banyak. “Pemerintah tidak memiliki kewenangan di madrasah swasta. Pasalnya, pengelolaan diserahkan setiap yayasan yang punya madrasah,” ungkapnya.

Meski masih kekurangan guru di madrasah, Kemenag Tulungagung mengklaim bukan menjadi perkara besar. Sebab, dapat ditanggulangi dengan mengontrak guru honorer. “Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah ada yang mengeluh. Sebab, semua mengabdi demi mencerdaskan anak-anak,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, jumlah kuota pada seleksi CPNS 2018 untuk Tulungagung dapat 42 guru. Nanti jumlah itu akan tersebar di 18 lembaga madrasah negeri yang ada Kota Marmer ini. Jika dirinci, tujuh dari tingkat MIN, 8 dari tingkat MTsN, dan tiga dari MAN.

Dia mengaku hingga kini belum menerima informasi lebih lanjut terkait penerimaan CPNS baru. “Rencananya, surat resmi akan keluar Februari ini, tapi sampai sekarang belum. Jadi kita tunggu saja,” pungkasnya.

Di tempat lain, Waka Kurikulum MAN 1 Tulungagung Sokhibul Akhwali membenarkan jumlah guru kurang. Untuk menutup kekurangan, dibantu dengan guru honorer.

Total kebutuhan tenaga pendidik di sekolahnya mencapai 73 guru. Dari 73 guru yang ada, 57 di antaranya berstatus PNS, 16 lainnya berstatus guru honorer. “Tidak setiap tahun ada rekrutmen PNS. Meski demikian, kami dibantu guru honorer,” jelasnya.

Terkait hasil rekrutmen CPNS, MAN 1 Tulungagung rencananya dapat jatah tiga guru baru. Itu guru sejarah, penjaskes, dan sejarah keagamaan Islam. “Sampai sekarang belum ada informasi. Jadi hingga kini kami tetap jalankan jam pelajaran biasa,” pungkasnya.

(rt/nda/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia