Selasa, 19 Feb 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Nasib Para Perajin Gerabah di Kelurahan Tamanan (2)

11 Februari 2019, 02: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TRADISIONAL: Mbok Jami sedang membuat kuali dari tanah liat di rumahnya, Kelurahan Tamanan, Jumat (8/2).

TRADISIONAL: Mbok Jami sedang membuat kuali dari tanah liat di rumahnya, Kelurahan Tamanan, Jumat (8/2). (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

Dalam beberapa dekade lalu, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, menjadi sentral industri gerabah. Nyaris setiap rumah membuat kerajinan berbahan olahan tanah liat. Kini, industri itu hanya menyisakan sekitar 8 perajin saja. Padahal, usaha gerabah dirasa masih cukup menjanjikan.

AGUS MUHAIMIN

Kini ada sekitar 8 orang perajin gerabah di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek ini. Rata-rata mereka adalah perempuan paro baya dan sepuh. Pascagenerasi ini, kemungkinan tidak ada lagi yang melanjutkan cerita gerabah di Kelurahan Tamanan. Sebab, sebagian besar anak-anak mudanya ogah ikut berkecimpung dengan tanah liat dan memililih sebagai pekerja di bidang lain. “Anak sekarang itu maunya yang bersih-bersih. Klambi setlikoan, gawe sepatu (baju disetrika, pakai sepatu, Red),” tuturnya.

Mbok Jarmi merupakan penerus dari leluhurnya yang juga menggeluti gerabah. Sejumlah benda peninggalan nenek moyangnya pun masih digunakan hingga kini. Semisal batu berbentuk jamur yang memang khusus untuk membuat kuali ini.

Untuk mendapatkan benda unik seperti itu, bukan hal sulit di zaman sekarang. Dengan mesin yang sudah canggih, bisa didapatkan batu dengan bentuk yang sulit sekali pun. Namun baginya, batu dalam pegangan itu lebih dari sekadar alat untuk membuat kuali. Ada nilai sejarah yang dia hormati. “Ini peninggalan kakek saya dulu, “ ucap perempuan 54 tahun ini sambil menyodorkan batu yang belepotan tanah liat.

Perkembangan zaman dan seabrek modernitas yang ada kini tidak benar-benar menggerus karya perajin gerabah. Sebab, buah tangan para perempuan di Kelurahan Tamanan ini masih banyak diminati. Bukan untuk kelas rumah tangga, kebutuhan gerabah kini juga merambah pada industri kuliner. Seperti rumah makan atau restoran yang memanfaatkan gerabah sebagai sarana untuk memunculkan nuansa klasik pada fasilitas dan pelayanan modern.

(rt/did/muh/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia