Sabtu, 20 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Bambang Wijanarko, Seniman Teater dan Ketoprak (1)

Terus Kenalkan Seni ke Generasi Milenial

12 Februari 2019, 01: 05: 59 WIB | editor : Retta wulansari

PELAKU SENI: Bambang Wijanarko ketika memainkan alat musik rebab di Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa, Sabtu (9/2).

PELAKU SENI: Bambang Wijanarko ketika memainkan alat musik rebab di Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa, Sabtu (9/2). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Sadar budaya lokal mulai terkikis, memotivasi Bambang Wijanarko untuk kembali hidupkan kesenian lokal. Terutama seni ketoprak dan karawitan. Dia bertekad untuk mencetak seniman-seniman muda multitalenta melalui yayasan Siswo Budoyo.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI

Cuaca terik tak melunturkan semangat sejumlah anak yang tengah asyik belajar menari di halaman Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa (TB2KS), Sabtu (9/2). Di salah satu sudut pendapa, tampak sejumlah anak istirahat sambil sesekali memainkan selendang yang mereka kenakan. Tak jauh dari sana, seorang pria berkacamata sedang mengotak-atik senar rebab. “Mari-mari sini, Sabtu begini biasa digunakan anak-anak berlatih tari. Saya sedang membetulkan rebab,” sapa Bambang Wijanarko.

Bambang Wijanarko merupakan seorang pelaku seni asal Tulungagung. Seni bukan hal asing baginya, terutama seni teater. Pasalnya, kedua orang tuanya merupakan salah satu seniman ketoprak Siswo Budoyo. Yakni salah satu kelompok ketoprak yang cukup dikenal di Kota Marmer. “Semasa kecil, sering lihat bapak pentas di Siswo Budoyo. Saya bersama kakak dan adik terbiasa dengan kesenian,” terangnya.

Dia berkecimpung di dunia seni karena darah seni mengalir di tubuhnya. Di umur menginjak 48 tahun ini, bertekad ingin mengenalkan kesenian pada generasi milenial. Terutama seni ketoprak dan teater. Ide itu bermula ketika menghadiri acara reuni akbar ketoprak Siswo Budoyo November lalu.

Dia bertekad, setelah acara itu, ingin membuat yayasan Siswo Budoyo. Nantinya di dalam yayasan akan ada berbagai sanggar seni. Di antaranya ketoprak, sanggar teater, sanggar tari, dan sanggar karawitan. “Saya ingin anak muda tidak hanya bisa satu kesenian saja. Tapi juga sendratasik (seni, drama, tari, dan musik),” jelasnya.

(rt/did/nda/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia