Kamis, 25 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

UNBK SMP/MTs Tak Jadi Standar Kelulusan, Berpengaruh saat PPDB

25 Februari 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SERIUS: Sejumlah siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang laboratorium SMPN 3 Tulungagung.

SERIUS: Sejumlah siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang laboratorium SMPN 3 Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Seluruh lembaga pendidikan tingkat SMP/MTs negeri maupun swasta kini tampak sibuk. Mereka mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Kendati UNBK untuk tingkat SMP/MTs bukan menjadi penentu kelulusan para siswa, tapi bukan berarti para siswa tidak serius dalam menghadapi pelaksanaan UNBK. Pasalnya, nilai UNBK menentukan para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMA ataupun SMK negeri. “Sama seperti tahun lalu, hasil UNBK tidak menjadi syarat kelulusan,” kata Kabid Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora), Saifuddin Zuhri.

Dia menjelaskan, memang ada batasan minimal nilai UN, yakni 5,5. Namun jika siswa mendapatkan nilai rendah di bawah batas minimal, bisa tetap lulus. “Kelulusan ditentukan oleh sekolah itu sendiri dengan beberapa kriteria,” imbuhnya

Sekadar diketahui, UNBK tahun ajaran 2018/2019 ini diikuti 126 lembaga. Dengan rincian, SMP negeri 48, SMP swasta 34, SMP terbuka 4, MTs negeri 8, dan MTs swasta 32. Nah, untuk SMP negeri, lanjut Saifuddin, sudah melaksanakan UNBK secara mandiri semua. Sedangkan SMP swasta yang menumpang, ada enam lembaga. “Semua SMP negeri memang tercatat sudah mandiri, tetapi masih ada tiga lembaga yang belum penuh. Artinya mandiri, tapi pelaksanaannya di sekolah lain. Yakni SMPN 3 Ngunut, SMPN 2 Rejotangan, dan SMPN 2 Bandung,” terangnya

Untuk pelaksanaan UNBK tahun ini, ada bantuan dari pemerintah daerah (pemda) melalui dispendikpora. Yakni 200 client atau komputer yang dianggarkan dari APBD. Namun sayangnya, itu hanya untuk 10 lembaga saja. Lembaganya pun juga sudah dipilih, yakni lembaga yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemda melalui dinas pendidikan, DAK, maupun dari block grant. “Setiap sekolah hanya dapat 20 client,” tegasnya

Hal senada diungkapkan Kasi Kurikulum, Purwono. Dia menjelaskan, pelaksanaan UNBK ini bertujuan untuk memetakan sekolah, mengetahui kemajuan sekolah, serta mengetahui kemajuan pendidikan pada jenjang itu sendiri. Meski bukan penentu kelulusan, diharapkan sekolah tetap memaksimalkan nilai para siswa. Dengan begitu, akan diketahui bagaimana pendidikan di jenjang tersebut. “Jadi tidak boleh diremehkan,” tuturnya.

Menurut pria ramah ini, kelulusan siswa ditentukan sekolah melalui beberapa kriteria. Di antaranya, menyelesaikan kegiatan akademik, berperilaku baik, dan mengikuti ujian sekolah atau USBN. Sekolah juga dapat menambahkan hasil presensi siswa. “Nilai minimal penentuan berdasarkan rapat dewan guru,” tandasnya.

(rt/lai/rak/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia