Selasa, 19 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Pawai Ogoh-Ogoh Destinasi Anyar

Wabup Blitar Marhaenis Turut Hadir Langsung

09 Maret 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MERIAH: Wakil Bupati Marhaenis UW sebelum memberangkatkan pawai Ogoh-Ogoh, Rabu (6/3).

MERIAH: Wakil Bupati Marhaenis UW sebelum memberangkatkan pawai Ogoh-Ogoh, Rabu (6/3). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KABUPATEN – Ribuan umat Hindu se-Blitar Raya memadati lapangan bola di Kelurahan/Kecamatan Wlingi, Rabu (6/3). Mereka yang datang dari berbagai wilayah di Blitar itu mengikuti ritual upacara Tawur Agung Kesanga dan pawai ogoh-ogoh.

 Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo turut hadir langsung di tengah-tengah ribuan umat Hindu itu. Orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar itu membuka ritual upacara tawur agung kesanga dan memberangkatkan ribuan peserta pawai ogoh-ogoh.

 Ritual tawur kesanga adalah salah satu rangkaian kegiatan menjelang perayaan Nyepi. Usai beribadah dalam ritual tawur agung kesanga itu, dilanjut berpuasa sehari penuh pada Nyepi kemarin. Setiap Nyepi, umat Hindu berdiam diri di rumah. Tidak bekerja, tidak bepergian dan tidak bersenang-senang. “Ini menjadi agenda tahunan umat Hindu yang selalu menyedot antusias masyarakat,” ungkap Wabup Blitar Marhaenis UW.

 Marhaenis mengatakan kegiatan tawur agung kesanga dan pawai ogoh-ogoh itu selalu menyedot antusias masyarakat Blitar terutama para wisatawan. Hal itu berdampak positif bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Blitar. “Secara tidak langsung ini juga menjadi salah satu destinasi wisata tersendiri. Apalagi ketika puncak perayaan Nyepi nanti berlangsung, banyak wisatawan yang datang,” ujarnya. 

 Ya, ribuan umat yang sudah berkumpul di lapangan itu langsung mengikuti ritual doa tawur kesanga. Dengan khusyuk,  umat berdoa kepada sang Maha Kuasa. Ritual tawur kesanga bertujuan untuk mensucikan diri. Sebelumnya, ribuan umat Hindu juga telah melakukan ritual Melasti di Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates. ”Tawur kesanga ini sebagai wujud bakti umat Hindu cinta tanah air. Kami berharap perayaan Nyepi bisa membawa kedamaian apalagi ini tahun pemilu," kata Ketua Panitia Upacara Tawur Kesanga Yuliono.

MERIAH: Sejumlah warga mengusung Ogoh-ogoh pada rangkaian upacara tawur kesanga  Rabu (6/3) .

MERIAH: Sejumlah warga mengusung Ogoh-ogoh pada rangkaian upacara tawur kesanga Rabu (6/3) . (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

 Usai ritual dilanjutkan pawai ogoh-ogoh. Ada sebanyak 56 ogoh-ogoh turun ke jalan protokol Wlingi untuk diarak keliling. Pawai itu merupakan bagian dari ritual tawur kesanga menjelang perayaan Tahun Baru Saka 1941. Pawai ogoh-ogoh yang digelar setiap tahun itu selalu menyedot antusiasme warga. Terbukti, di sepanjang rute jalan yang dilalui, warga sudah membeludak.

Pawai ogoh-ogoh diberangkatkan langsung dari lapangan kelurahan/Kecamatan Wlingi sekitar pukul 12.30. Ogoh-ogoh dari berbagai ukuran dan bentuk itu diarak oleh ribuan pemuda hingga anak-anak mengelilingi jalan protokol Kelurahan/Kecamatan Wlingi.

Yuli mengatakan, tawur kesangan merupakan salah satu rangkaian kegiatan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941. Sebelumnya umat Hindu telah melaksanakan upacara Melasti beberapa hari lalu yang dipusatkan di Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates. "Melasti itu mensucikan air. Sedangkan Tawur Kesanga ini mensucikan tanah," ungkap pria ramah ini.

 Dengan ritual-ritual itu, diharapkan para umat Hindu di Blitar Raya bisa semakin cinta terhadap tanah air. Menjaga perdamaian menjelang pesta demokrasi yakni Pemilu 2019.

(rt/kan/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia