Selasa, 19 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Ketua Bapemperda DPRD Trenggalek Akui Tak Mudah Atasi Beban Menumpuk

15 Maret 2019, 05: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

ILUSTRASI

ILUSTRASI

TRENGGALEK- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek dipastikan bakal pusing tujuh keliling di awal tahun ini karena setumpuk beban dipikul.

Tidak hanya karena sebagian besar menjadi kontestan dalam Pemilu 2019, tapi ada banyak tugas yang mesti dirampungkan di masa-masa transisi tahun ini. Sedikitnya,  ada enam  perda sisa kinerja 2018 belum selesai 100 persen. Ditambah 11 perda inisiatif dewan dalam program pembentukan peraturan daerah (propemperda) 2019.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Trenggalek  Alwi Burhanudin mengaku, bukan persoalan mudah untuk melakukan pembahasan di penghujung periode anggota dewan. Konsentrasi anggota dewan pun mulai bercabang. Lantaran sebagian besar kembali berkontestasi mengumpulkan dukungan agar terpilih kembali sebagai anggota dewan. Di sisi lain, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tidak hanya tahun ini, sisa propemperda juga harus mendapat perhatian. “Sisa propemperda 2018 ada enam perda, kini masih evaluasi gubernur,” katanya.

Bagi Alwi, kendati belum final, sisa perda di 2018 ini tidak begitu memberatkan. Sebab, pascaevaluasi, bisa segera dilakukan penyesuaian jika ada penyempurnaan dari gubernur sebelum perda ini diparipurnakan dewan. “Artinya, enam perda tersebut tidak memerlukan pemikiran atau pembahasan-pembahasan ulang,” katanya .

(rt/muh/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia