Selasa, 19 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Sidang Pemeriksaan Terdakwa Mantan Anggota DPRD Trenggalek Tuntas

15 Maret 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

ILUSTRASI

ILUSTRASI

TRENGGALEK – Materi sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa mantan anggota DPRD Trenggalek Sukaji, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya sudah selesai. Kemungkinan, dua minggu mendatang, sidang dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa dilaksanakan. Tidak ada saksi a de charge (saksi yang meringankan, Red) dari terdakwa. Namun dalam pemeriksaan, terdakwa masih tak mengakui ada permintaan duit dalam proses penambahan penyertaan modal perusahaan daerah aneka usaha (PDAU) tersebut.

Kasipidsus Kejari Trenggalek Yusup Hadiyanto mengungkapkan, pemeriksaan saksi dalam sidang kasus dugaan suap penyertaan modal PDAU telah cukup pada  Selasa (12/6).  Itu setelah belasan saksi yang dihadirkan untuk meyakinkan hakim bahwa ada tipikor dalam penyertaan modal tahun 2007 ini. “Lebih dari 10 orang saksi yang kita hadirkan,” katanya Rabu (13/3).

Dia mengatakan, majelis hakim sudah menawarkan kepada terdakwa jika hendak menggunakan saksi a de charge. Namun yang bersangkutan tidak memanfaatkan peluang tersebut. Sidang pun dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa dan selanjutnya bakal digelar sidang dengan agenda tuntutan pada Selasa 26 Maret mendatang.

Perlu diketahui, jelang akhir 2018, Kejaksaan Negeri Trenggalek menetapkan seorang tersangka atas kasus dugaan korupsi di lingkungan PDAU. Itu terkait penyertaan modal pada tahun anggaran 2007 silam. Yang bersangkutan diduga menerima sejumlah uang dari seorang pimpinan perusahaan milik daerah tersebut. Tujuannya, untuk memperlancar penambahan penyertaan modal kepada PDAU. Yang sebelumnya direncanakan Rp 1 miliar, menjadi Rp 10 miliar. Itu karena yang bersangkutan sebagai ketua panitia khusus pembahasan raperda penyertaan modal terhadap PDAU. Uang itu diterima dengan alasan sebagai THR bagi dewan.

Tersangka Sukaji menerima sekitar Rp 200 juta. Uang tersebut diterima melalui rekening orang lain, yakni Fatkhurrohman yang kini juga ditetapkan sebagai terdakwa. Uang tersebut lantas dicairkan sekitar Rp 165 juta, sisanya sekitar Rp 35 juta lainnya masih ada dalam rekening yang kemudian dibawa oleh Sukaji.

DUGAAN KASUS KORUPSI PDAU TRENGGALEK (RADARTULUNGAGUNG.ID)

(rt/muh/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia