Selasa, 19 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kasus Napi Kabur Bikin Lapas Lakukan Pemeriksaan Internal dan Evaluasi

15 Maret 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TAK RUSAK: Kasi Binadik dan Giatja, Dedi Nugroho meninjau ulang pagar berkawat yang diduga digunakan Heri Siswanto untuk kabur.

TAK RUSAK: Kasi Binadik dan Giatja, Dedi Nugroho meninjau ulang pagar berkawat yang diduga digunakan Heri Siswanto untuk kabur. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

TULUNGAGUNG – Pascakaburnya Heri Siswanto, seorang narapidana (napi) pada Senin (11/3) lalu, membuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung mengevaluasi sistem penjagaan 609 warga binaan dan napi. Bahkan, pihaknya melakukan pemeriksaan internal, terutama pada petugas yang masuk shift pagi saat insiden tahanan kabur. Tujuannya, untuk memeriksa ada atau tidak unsur kelalaian ataupun kesengajaan.

"Ya, tujuannya mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mendukung penyelidikan adanya kasus tahanan kabur ini," kata Kalapas IIB Tulungagung Ery Taruna, melalui Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja), Dedi Nugroho.

Dia menjelaskan, kerawanan kasus napi kabur bisa terjadi karena melihat situasi lengah meskipun ada penjagaan. Apalagi, daya tampung yang terbilang overload itu membuat petugasnya kewalahan. Padahal, idealnya ada sekitar 16-an titik yang harus dijaga dan mengontrol situasi lapas. Lantas, tim penjagaan yang dikerahkan tentu kurang. "Pasti di jam tersebut ada penjagaan di atas yakni di pos dan di bawah," katanya

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia