Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Penamaan Candi Brawijaya Kurang Tepat

Pesat Desak Agar Pemberian Nama Itu Diubah

18 Maret 2019, 22: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SALAH KAPRAH: Kata candi ditaman yang berada di Jalan Soekarno-Hatta disoal penggiat sejarah karena dianggap tidak tepat.

SALAH KAPRAH: Kata candi ditaman yang berada di Jalan Soekarno-Hatta disoal penggiat sejarah karena dianggap tidak tepat. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TRENGGALEK - Penggunaan nama Candi Brawijaya pada sebuah taman yang berada di area Jalan Soekarno-Hatta, Trenggalek mendapat kritikan dari beberapa elemen masyarakat. Pasalnya, penggunaan nama tersebut dinilai sangatlah berlebihan dan tidak sesuai dengan konteks. 

Alasannya, penggunaan kata candi tentunya merujuk pada bangunan Hindu sebagai pusat dimana Raja didharmakan. Hal ini merujuk pada konsep yang ada, bahwa candi adalah merupakan Candika Graha atau rumah Dewi Candika yang dianggap sebagai Dewi Kematian.  Sehingga tidak cocok jika penamaan taman tersebut menggunakan kata candi. "Karena melihat fungsi maupun letaknya bukan merupakan fungsi asli berupa pendharmaan seorang raja ataupun bangunan purbakala, maka bagi kami tidak tepat jika tempat itu diberinama candi," Ungkap Ketua Penggiat Sejarah Trenggalek (Pesat) Harmadji.

Dia melanjutkan, sehingga jika nama itu tetap dipakai maka dikhawatirkan akan terjadi penyesatan informasi. Bahkan, nantinya penyesatan informasi tersebut akan berbuah pada penyesatan pola pikir masyarakat yang sistematis tentang bentuk dan fungsi candi aslinya. Apalagi hal ini diperparah dengan bentuk bangunan yang tidak sama dengan aslinya. "Jika diidentifikasi bentuk aslinya maka bangunan itu sangat bertolak belakang dengan apa yang dikatakan sebagai candi," katanya.

Sebab, jika dilihat dari bentuknya, bangunan tersebut seperti candi angka tahun, namun ada beberapa hal yang dikatakan janggal. Sebab candi angka tahun yang biasanya ada, bangunan candi menghadap ke barat, karena pintu candi terletak di sisi barat. Kaki candi angka tahun cukup tinggi dan bentuknya sangatlah ramping sebagai ciri khas bangunan asal Jawa Timur. Ditambahkan, pipi tangga candi dilengkapi dengan berbentuk ukel dengan hiasan tumpal untuk menuju ke gerba graha yang terdapatkan Arca Ganesha.

Dari pemaparan tersebut maka bangunan yang ada sangat bertolak belakang. Sebab dengan pintu yang menghadap ke barat dan bangunan cenderung agak besar (lebar) yang notabenenya sama dengan percandian langgam Jawa Tengah. " Jadi lebih tepatnya istilah candi dari penamaan tersebut sebaiknya dihapus, untuk itu kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek agar bisa mengusulkan hal tersebut ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab)," Jelas pria yang juga berprofesi sebagai guru sejarah ini.

(rt/zak/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia