Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Terungkap, Kendala Kenapa 12 Puskesmas Tak Bisa Langsung Akreditasi

23 Maret 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com)

TULUNGAGUNG - Masih terdapat 12 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Marmer yang belum dapat sertifikat akreditasi. Padahal, pemerintah pusat menargetkan tahun ini seluruh puskesmas di kabupaten ini berjumlah 32 unit harus terakreditasi agar bisa kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Staf Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Tulungagung Bangun Setiono menjelaskan, proses akreditasi pada 32 puskesmas di tahun 2017. Hasilnya, di 2017 terdapat delapan puskesmas lolos. Untuk tahun 2018, meloloskan 12 puskesmas. Dengan rincian, empat akreditasi madya dan delapan utama.

“Sisa 12 puskesmas memang proses akreditasi bertahap tidak bisa semua. Butuh persiapan maksimalkan. Tujuan akreditasi untuk peningkatan mutu kualitas fasilitas kesehatan,” jelasnya

Bangun, sapaan akrabnya mengaku, ada beberapa kendala ditemui di lapangan saat proses akreditasi. Yakni keberadaan tenaga kesehatan kurang atau bahkan tidak ada. Contohnya di Puskesmas Sumbergempol tidak memiliki tenaga gizi. Untuk mengantisipasinya, meminjam tenaga gizi dari puskesmas lain. “Setiap puskesmas memiliki kendala beda-beda. Ada yang tidak miliki tenaga gizi, laboratorium, dan lainnya,” terangnya

Dinkes optimistis bisa selesaikan tugas tersebut. Apalagi banyak keuntungan didapat jika lolos akreditasi. Salah satunya, masyarakat dapat pelayanan berstandar di puskesmas mana pun. “Manajemen pengelolaan juga lebih tertata,” pungkasnya.

(rt/did/lai/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia