Kamis, 25 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Jambret Milik Bu Guru, Dua Tukang Parkir Dibekuk Polisi

02 April 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DIBEKUK: Polisi menunjukan sejumlah barang bukti yang diamankan beserta tersangka kasus penjambretan.

DIBEKUK: Polisi menunjukan sejumlah barang bukti yang diamankan beserta tersangka kasus penjambretan. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

BLITAR KOTA - Petualangan jambret Freluce, 43, warga Kelurahan/Kecamatan dan Maulana, 20, warga Kelurahan/Kecamatan Sukoreja harus berakhir dibui, Selasa (2/4). Satreskrim Polres Blitar Kota akhirnya berhasil membekuk dua pelaku jambret tersebut.

Dua pelaku ditangkap saat berada di rumahnya masing-masing. Keduanya ditangkap karena menjambret tas berisi uang milik Sunaryati, 54, warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul. "Pelaku ini tukang parkir. Kami tangkap kemarin (1/4). Anggota menangkapnya setelah berhasil melacaknya lewat ponsel hasil curian yang dijual," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, kepada radartulungagung.id, Selasa (2/4).

Dari penangkapan itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 18 unit ponsel dan sejumlah uang tunai Rp 4,5 juta. "Ponsel-ponsel ini hasil pencurlan selama ini. Ponsel ini kami temukan di rumah Maulana. Sebagian sudah dijual oleh pelaku," jelas perwira berpangkat dua melati di pundak ini.

Ade menjelaskan, aksi penjambretan itu dilakukan pada awal Maret lalu. Saat itu, Sunaryati (korban) baru pulang berobat di salah satu tempat praktek di Jalan Imam Bonjol. Nah, ketika perjalanan pulang ke rumahnya itu perempuan yang juga guru itu dijambret. "Saat melintas di Jalan Pattimura (utara lapangan Kel Bendogerit) Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan korban dibuntuti pelaku. Korban dipepet dan  langsung menarik tas Sunaryati," ujarnya.

Akibat tarikan pelaku itu, Sunaryati kaget dan tidak bisa mengendalikan laju sepeda motornya. Sunaryati terjatuh dari motornya hingga mengalami luka-luka. "Si ibu-ibu ini sempat terjatuh dari motornya. Pelaku langsung kabur membawa lari tasnya," jelas Ade.

(RADARTULUNGAGUNG.ID)

Dari penjambretan itu, pelaku berhasil menggondol tas warna hitam berisi HP merk OPPO A37 warna gold, uang tunai Rp 2,5 juta, buku tabungan, ATM , SIM A dan C, KTP, STNK, KARIP, kartu ASKES, kartu TASPEN, kartu NPWP, KIA , KTA PGRI, dan KPE .

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 365 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. "Pelaku Maulana ini sebelumnya juga pernah dihukum dalam kasus yang sama. Sasaran jambret mereka selama ini ibu-ibu," tandas Ade lagi kepada radartulungagung.id. 

(rt/abd/kan/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia